Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Aturan Wajib Label untuk Produk Tinggi Gula Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 09 Februari 2026 | 15:52 WIB
Aturan Wajib Label untuk Produk Tinggi Gula Ditargetkan Rampung Tahun Ini
(iStockphoto.com/foodandwinephotography)
  • BPOM sedang menyusun aturan wajib label kandungan gula, garam, dan lemak pada produk makanan minuman ditargetkan rampung tahun ini.
  • Kewajiban pelabelan ini merujuk UU Nomor 17 Tahun 2023 dan PP Nomor 21 Tahun 2026 untuk mengurangi penyakit kronis.
  • BPOM membuat aturan teknis pelabelan, sementara industri bertanggung jawab penuh atas implementasi label pada produk mereka.

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyusun aturan wajib label untuk produk makan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi. Kepala BPOM, Taruna Ikrar menyebut aturan tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini.

"Targetnya tahun ini selesai, secepatnya," kata saat ditemui wartawan usai menghadiri rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (9/1/2026).

Dia menjelaskan kewajiban penggunaan label itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2026 tentang Keamanan Pangan. Dalam pelaksanaannya BPOM diberikan tugas untuk memastikan keamanan pangan.

Kewajiban penggunaan label tersebut tidak hanya merujuk pada kandungan gula, tapi juga garam dan lemak.

"Sekarang on progress, (BPOM) melakukan harmonisasi aturan yang akan kita buat, peraturan Badan POM yang kita sebut tentang pelabelan atau kita sebut dengan Nutri-Grade atau leveling kandungan gula, garam, dan lemak," kata Taruna.

Taruna menjelaskan, latar belakang kewajiban penggunaan label, mengingat tingginya angka kematian disebabkan sejumlah penyakit seperti stroke hingga diabetes.

"Kematian tertinggi di negeri kita kan, itu kematian karena stroke, kematian karena jantung, kematian karena pembuluh darah, kematian karena kanker, dan kematian karena diabetes. Nah, semua yang disebutkan itu penyebabnya tiga itu. Apa itu? Gula, garam, dan lemak," jelasnya.

Aturan tersebut akan berlaku secara menyeluruh mulai dari industri besar hingga Usaha. Adapun aturan teknis pelabelan digarap BPOM, namun untuk pelaksananan labelisasinya menjadi tanggung jawab masing-masing industri.

"Teknis aturan pelabelannya Badan POM yang buat. Tapi industri yang bersangkutan itu yang akan membuat sendiri," ujar Taruna.

Sementara untuk penetapan batasan kadar gula, garam, dan lemak akan mengacu pada Codex Alimentarius, standar pangan internasional yang ditetapkan bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

"Kita ngikutin standar Codex. Codex itu adalah standar dunia yang telah kita sepakati. Berdasarkan standar itulah kita gunakan," kata Taruna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Muda Kian Banyak Kena Diabetes, Pemerintah Siapkan Label Khusus Pada Kemasan Produk Gula Tinggi

Anak Muda Kian Banyak Kena Diabetes, Pemerintah Siapkan Label Khusus Pada Kemasan Produk Gula Tinggi

News | Senin, 09 Februari 2026 | 15:47 WIB

Elegi Gula Semut, Asa Baru Ekonomi Hijau di Jantung Sabu Raijua

Elegi Gula Semut, Asa Baru Ekonomi Hijau di Jantung Sabu Raijua

Lifestyle | Minggu, 08 Februari 2026 | 19:26 WIB

BPOM Dorong Tren Minum Jamu Generasi Muda, Kafe Ini Sajikan dengan Gaya Kekinian

BPOM Dorong Tren Minum Jamu Generasi Muda, Kafe Ini Sajikan dengan Gaya Kekinian

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:51 WIB

Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi

Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:45 WIB

Kok Bisa Tekstur Es Gabus Mirip Spons? Kata BPOM gara-gara Hal Ini

Kok Bisa Tekstur Es Gabus Mirip Spons? Kata BPOM gara-gara Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 29 Januari 2026 | 13:36 WIB

Terkini

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:35 WIB

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB