Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Wamenkeu Juda Agung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di Kuartal I 2026

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:01 WIB
Wamenkeu Juda Agung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di Kuartal I 2026
Wamenkeu Juda Agung, pada Selasa (10/2/2026) mengatakan pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi di Kuartal I capai 5,6 persen. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2026 mencapai 5,6 persen year on year melalui dorongan belanja pemerintah seperti bansos.
  • Pemerintah berkomitmen menjaga defisit APBN 2026 di bawah 3 persen seraya menargetkan rasio utang di bawah 40 persen terhadap PDB.
  • Lembaga pemeringkat Moody's menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif karena kekhawatiran tata kelola dan efektivitas kebijakan.

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 sebesar 5,6 persen secara year on year, meningkat dari proyeksi awal atau baseline yang ditetapkan sebesar 5,5 persen.

"Kuartal I baseline kami di bidang keuangan itu 5,5 persen. Kita akan dorong ke 5,6 persen, dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal satu ini," kata Juda saat ditemui wartawan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Sejumlah upaya akan dilakukan pemerintah untuk mengejar pertumbuhan itu, di antaranya mendorong belanja pemerintah seperti bantuan sosial atau bansos hingga berbagai jenis insentif. Tujuannya untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.

"Itu tetap dilakukan. Semua, kan ada beberapa program bansos ya, yang bisa kita lakukan di kuartal satu, ya kita lakukan segera," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar 5,11 persen yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) meleset dari janjinya.

Laporan BPS mengungkapkan kalau ekonomi Indonesia 2025 tumbuh 5,11 persen secara year on year (YoY). Khusus kuartal empat (Q4), perekonomian RI tumbuh 5,39 persen YoY.

"Ya lumayan kan? 5,39 ya? (Q4 2026). Ini lebih rendah dari perkiraan saya atau janji saya. Saya maunya 5,6 atau 5,7 atau setidaknya 5,5 persen. Tapi secara keseluruhan lumayan. Kita masih tumbuh 5,1 persen," kata Purbaya di Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).

Purbaya mengklaim kalau hal terpenting adalah perekonomian Indonesia sudah mulai membaik. Sebab angka 5,39 di Q4 2025 diklaim menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini 5,39 tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di triwulan keempat. Mungkin empat tahun lima tahun terakhir. Jadi lumayan, jadi ada sinyal pembalikan ekonomi," lanjut dia ketika itu.

baca juga

Jaga Defisit di bawah 3 Persen

Sebelumnya Juda juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit APBN 2026 tetap di bawah 3 persen, meski pada tahun lalu defisit melebar menjadi 2,92 persen - meleset dari target 2,53 persen.

Disiplin pemerintah untuk menjaga defisit fiskal itu sebelumnya menjadi sorotan lembaga pemerintah seperti Moody's yang pada pekan lalu menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, meski peringkat dipertahankan di Baa2.

"Kita jaga, 3 persen itu harga matilah," kata Juda.

Adapun pada 2026 ini, pemerintah menargetkan defisit APBN di angka 2,68 persen. Sementara rasio utang ditargetkan di bawah 40 persen terhadap PDB.

"Di undang-undang 60 persen, tetapi kami akan jaga sekitar 40 persen," tegas Juda yang dilantik sebagai Wamenkeu pada pekan lalu.

Pada akhir 2025 lalu, seperti diketahui, rasio utang pemerintah mencapai 40,08 persen terhadap PDB atau setara dengan Rp9.549,46 triliun. Hal ini pula yang membuat lembaga-lembaga pemeringkat mewanti-wanti pemerintah untuk lebih berhati-hati.

Juda juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang mengantisipasi penilaian dari lembaga pemeringkat Fitch pada yang akan merilis laporannya pada 23 Februari 2026, yang selanjutnya disusul laporan dari S&P.

"Ya ini yang perlu kita koordinasikan. Nanti tentu saja nanti rating yang lain kan akan datang di tanggal 23 Februari. Kita siapkan semua itulah yang saya katakan, lesson learned dari Moody's kemarin," ujarnya.

Dia menegaskan perlunya perbaikan menyeluruh yang mencakup tata kelola, kebijakan, serta manajemen risiko.

"Nah, ini harus kita perbaiki semua. Baik itu terkait dengan tata kelola, tata kelola kebijakan, dan juga risiko-risiko yang lain," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Rating negatif itu diberikan, karena Moody's menilai adanya tanda-tanda pelemahan tata kelola serta semakin berkurangnya efektivitas kebijakan di Indonesia. Lembaga itu juga menguraikan bahwa kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto makin sulit diprediksi.

Salah satu yang disorot adalah, antara lain kebijakan populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) - yang menguras keuangan negara - di tengah penerimaan negara yang seret.

Selain itu penunjukkan keponakan Prabowo, yakni Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI juga menjadi sorotan di tengah isu rencana mengubah mandat Bank Sentral lewat perubahan undang-undang.

"Jika terus berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang sudah lama dibangun, yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan," Moody's memperingatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati

Wamenkeu Juda Agung: Batas Defisit APBN 3 Persen Harga Mati

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:58 WIB

Ekonomi RI Tembus 5,39 Persen, Wamenkeu Juda Agung: Saya Belum Puas!

Ekonomi RI Tembus 5,39 Persen, Wamenkeu Juda Agung: Saya Belum Puas!

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:31 WIB

Kapan Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap I 2026, Ini Ketentuannya

Kapan Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap I 2026, Ini Ketentuannya

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 11:32 WIB

Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?

Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 10:07 WIB

BCA Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bakal Meroket di 2026

BCA Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bakal Meroket di 2026

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Ferry Paulus Kabulkan Permintaan Persija Jamu Persib Duluan di Stadion GBK

Ferry Paulus Kabulkan Permintaan Persija Jamu Persib Duluan di Stadion GBK

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Estimasi Biaya Tarif Ceramah KH Anwar Zahid 2026 dan Cara Menghubungi Manajemen

Estimasi Biaya Tarif Ceramah KH Anwar Zahid 2026 dan Cara Menghubungi Manajemen

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:23 WIB

5 Clay Mask Korea Kemasan Jar untuk Atasi Minyak dan Pori

5 Clay Mask Korea Kemasan Jar untuk Atasi Minyak dan Pori

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Saksi Kasus Bea Cukai Dikabarkan Meninggal Setelah Mangkir dari Panggilan KPK, Siapa Winda Lorenza?

Saksi Kasus Bea Cukai Dikabarkan Meninggal Setelah Mangkir dari Panggilan KPK, Siapa Winda Lorenza?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:17 WIB

4 Shade Lipstik Hanasui Warna Pink untuk Bibir Gelap, Gak Kelihatan Ungu!

4 Shade Lipstik Hanasui Warna Pink untuk Bibir Gelap, Gak Kelihatan Ungu!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Teknologi Ester Fortified Jaga Performa Motor di Jalur Ekstrem Touring Jarak Jauh

Teknologi Ester Fortified Jaga Performa Motor di Jalur Ekstrem Touring Jarak Jauh

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Memilih Warna Mobil Menurut Feng Shui dan Psikologi: Dual Tone Hitam Putih Artinya Apa?

Memilih Warna Mobil Menurut Feng Shui dan Psikologi: Dual Tone Hitam Putih Artinya Apa?

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:13 WIB

Gandeng Astra, Perjuangan Kang Edai Angkat Budaya Suku Osing Berbuah Manis

Gandeng Astra, Perjuangan Kang Edai Angkat Budaya Suku Osing Berbuah Manis

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Rekam Jejak Ayah Bigmo: Sempat Jadi Buronan dan Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Rekam Jejak Ayah Bigmo: Sempat Jadi Buronan dan Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:05 WIB

3 Contoh Susunan Acara Tirakatan Malam 17 Agustus 2026, Khidmat dan Meriah

3 Contoh Susunan Acara Tirakatan Malam 17 Agustus 2026, Khidmat dan Meriah

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:05 WIB

×