Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:15 WIB
Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah
Antrean truk TBS kelapa sawit [Antara]
  • Pasar CPO domestik mengalami kontraksi pada Selasa (10/2/2026) dengan harga lelang withdraw akibat penawaran rendah.
  • Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga melemah untuk kontrak April 2026, dipicu kekhawatiran data ekspor yang turun.
  • Sentimen pasar negatif diperkuat oleh penurunan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago.

Suara.com - Pasar minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) domestik mengalami kontraksi pada perdagangan Selasa (10/2/2026).

Berdasarkan data PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), lelang harga CPO berakhir dengan status withdraw (WD) setelah penawaran tertinggi hanya menyentuh angka Rp14.345/kg.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp155/kg atau merosot sekitar 1,07% jika dibandingkan dengan penawaran tertinggi pada hari sebelumnya, Senin (9/2), yang masih bertengger di level Rp14.500/kg.

Kondisi pasar yang cenderung lesu terlihat dari selisih antara harga pembukaan dan penawaran akhir di dua titik utama:

Franco Dumai: Dibuka pada level Rp14.400/kg, namun berakhir WD dengan tawaran tertinggi di Rp14.345/kg.

Loco Pelaihari: Dibuka dengan harga Rp13.846/kg, tetapi juga mengalami WD dengan tawaran puncak hanya mencapai Rp13.123/kg.

Sejalan dengan kondisi di Indonesia, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga menunjukkan tren pelemahan. Mengutip laporan Reuters, harga kontrak acuan untuk pengiriman April 2026 ditutup turun RM63 atau sekitar 1,51% ke level RM4.097 per ton.

Koreksi harga ini terjadi tepat setelah Malaysian Palm Oil Board (MPOB) merilis data statistik terbaru. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa stok minyak sawit Malaysia pada Januari 2026 menyusut sebesar 7,72% secara bulanan.

Meskipun stok mengalami penurunan pertama dalam 11 bulan terakhir akibat lonjakan ekspor dan rendahnya produksi, pelaku pasar tampaknya lebih mengkhawatirkan data ekspor terbaru.

Berdasarkan catatan AmSpec Agri Malaysia, ekspor sawit periode 1–10 Februari turun drastis 14,3% menjadi 399.995 ton dibandingkan periode yang sama di bulan Januari.

Sentimen negatif juga datang dari persaingan harga minyak nabati di pasar internasional. Bitcoin-nya komoditas pangan ini ikut tertekan oleh pergerakan harga di bursa Dalian dan Chicago:

Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai menyusut 0,3% dan minyak sawit melemah 0,69%.

Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai terkoreksi sebesar 0,64%.

Pelemahan harga minyak nabati pesaing ini memaksa harga CPO untuk melakukan penyesuaian agar tetap kompetitif di pasar ekspor global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 07:00 WIB

BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia

BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 18:44 WIB

Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025

Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:27 WIB

Gebrakan Dedi Mulyadi: Jabar Haramkan Penanaman Sawit Baru, Ancam Krisis Air

Gebrakan Dedi Mulyadi: Jabar Haramkan Penanaman Sawit Baru, Ancam Krisis Air

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 15:10 WIB

Petani Soroti Kebijakan Biodiesel Justru Bisa Rusak Ekosistem Kelapa Sawit

Petani Soroti Kebijakan Biodiesel Justru Bisa Rusak Ekosistem Kelapa Sawit

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 20:39 WIB

Penampakan Gunungan Uang Rp 6,625 Triliun Hasil Korupsi dan Denda Kehutanan di Kejagung

Penampakan Gunungan Uang Rp 6,625 Triliun Hasil Korupsi dan Denda Kehutanan di Kejagung

Foto | Rabu, 24 Desember 2025 | 18:04 WIB

Terkini

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB