Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 16 Februari 2026 | 09:10 WIB
Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?
Ilustrasi. Foto udara proyek reklamasi saat penyegelan kawasan PT. Alngit Raya di Desa Wailukum, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, Kamis (9/10/2025). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/nym]
  • RI beri konsesi energi ke perusahaan afiliasi Israel di tengah isu Palestina.
  • Proyek panas bumi menambah beban kerusakan hutan dan pesisir di Pulau Halmahera.
  • Ambisi Net Zero Emission 2060 picu masuknya modal yang berisiko secara politis.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan memberikan izin konsesi panas bumi di Pulau Halmahera kepada perusahaan yang memiliki keterkaitan kuat dengan sistem ekonomi Israel.

Pada 8 Januari 2026, Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu resmi diserahkan kepada PT Ormat Geothermal Indonesia sebut unggahan akun Instagram @middleeastmonitor.

Proyek ini disebut sebagai bagian dari ambisi nasional menuju Net Zero Emission 2060. Meski transisi dari batubara ke energi bersih adalah keharusan, urgensi tersebut kini menyisakan pertanyaan besar terkait konsistensi politik luar negeri dan perlindungan lingkungan.

PT Ormat Geothermal Indonesia dikendalikan oleh Ormat Technologies, raksasa energi yang dibangun di atas fondasi teknik, manufaktur, dan jaringan modal Israel. Masuknya investasi ini berarti aliran pendapatan dan aliansi teknologi akan bersirkulasi dalam sistem ekonomi tersebut.

Secara politis, langkah ini dipandang melemahkan posisi tawar Indonesia saat menyuarakan isu Palestina. Keterlibatan ekonomi dalam skala ini membawa pesan politik yang sulit dibantah: ada celah antara retorika diplomatik dan realita investasi.

Bukan hanya soal diplomasi, ekosistem Halmahera kini berada dalam risiko ganda. Pulau yang masih memiliki kawasan hutan luas ini tengah dihantam permintaan global yang masif. Salah satunya menjadi tambang nikel raksasa untuk pengolahan baterai kendaraan listrik, dimana investornya rata-rata berasal dari China.

Disisi lain modal Jepang dan Korsel dalam pendanaan smelter dan pembangkit listrik captive terus mengalir untuk mengamankan akses mineral.

Kehadiran konsesi panas bumi Ormat menambah jejak industri jangka panjang di atas ekosistem yang sudah jenuh. Deforestasi yang dipercepat dan tekanan terhadap wilayah pesisir kini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat lokal yang dipaksa beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang drastis.

Indonesia kini berada di persimpangan: mengejar target energi bersih dengan menabrak prinsip politik, atau tetap konsisten menjaga marwah diplomasi sekaligus kelestarian lingkungan terakhir di Timur Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 19:33 WIB

Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?

Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 19:24 WIB

Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik

Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 18:58 WIB

Terkini

Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658

Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Tersungkur Setelah Libur Panjang, DSSA Kena ARB

IHSG Langsung Tersungkur Setelah Libur Panjang, DSSA Kena ARB

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 09:19 WIB

Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram

Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 09:02 WIB

Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan

Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:51 WIB

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:36 WIB

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:55 WIB