Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Laju Bursa Asia Terpangkas Libur Imlek, Nikkei Terpeleset Isu Wait and See

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 17 Februari 2026 | 11:58 WIB
Laju Bursa Asia Terpangkas Libur Imlek, Nikkei Terpeleset Isu Wait and See
Ilustrasi pasar saham (freepik)
  • Mayoritas bursa Asia tutup memperingati libur Tahun Baru Imlek 2026.
  • Indeks Nikkei Jepang turun 0,57% akibat ketidakpastian kebijakan moneter PM Takaichi.
  • Bursa Australia (ASX 200) dan India menguat tipis di tengah pasar yang fluktuatif.

Suara.com - Mayoritas pasar modal di kawasan Asia terpantau sepi peminat pada perdagangan Selasa (17/2/2026). Minimnya volume transaksi ini terjadi seiring tutupnya sejumlah bursa utama di Asia untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577, termasuk Indonesia.

Mengutip data Bloomberg, aktivitas perdagangan di China Daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, hingga Korea Selatan berhenti sementara. Praktis, hanya bursa Jepang, Australia, dan India yang masih mengibarkan bendera perdagangan di hari pertama memasuki Shio Kuda Api ini.

Di tengah suasana libur panjang, indeks Nikkei 225 Jepang justru tampil kurang bergairah. Indeks acuan Negeri Sakura tersebut merosot 317,65 poin atau 0,57 persen ke level 56.477,65.

Aksi jual ini dipicu oleh sikap hati-hati (wait and see) para investor pasca pertemuan rutin antara Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pasalnya, dalam pertemuan tersebut, PM Takaichi dilaporkan tidak mengajukan permintaan khusus terkait arah kebijakan moneter.

Kondisi ini membuat para ekonom berspekulasi. Pasar kini tengah menakar apakah pemerintahan Takaichi akan menekan BOJ untuk memperlambat kenaikan suku bunga demi menjaga pertumbuhan, atau justru mendorong langkah agresif demi menyelamatkan nilai tukar Yen.

Berbanding terbalik dengan Jepang, bursa Australia justru tampil perkasa. Indeks ASX 200 berhasil menguat 53,71 poin atau 0,60 persen ke level 8.990,80. Setali tiga uang, pasar modal India juga merangkak naik tipis 0,03 persen ke posisi 8.330,4.

Meskipun bergerak fluktuatif di awal tahun baru lunar, pergerakan pasar hari ini cenderung terbatas mengingat absennya likuiditas dari raksasa ekonomi Asia seperti China dan Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Film Imlek, Cocok Ditonton Bareng Keluarga

Rekomendasi Film Imlek, Cocok Ditonton Bareng Keluarga

Entertainment | Selasa, 17 Februari 2026 | 11:27 WIB

5 Spot ala Tiongkok di Jakarta untuk Liburan Imlek

5 Spot ala Tiongkok di Jakarta untuk Liburan Imlek

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 10:36 WIB

Tradisi Unik Imlek yang Cuma Ada di Indonesia!

Tradisi Unik Imlek yang Cuma Ada di Indonesia!

Video | Selasa, 17 Februari 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB