Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:59 WIB
Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
  • Suku bunga global capai titik jenuh; ruang gerak The Fed makin sempit.
  • Harga emas diprediksi rata-rata US$ 5.400, sementara Bitcoin cenderung stagnan.
  • Ancaman resesi AS akibat gagalnya investasi AI dan krisis utang negara.

Suara.com - Menyusun proyeksi pasar keuangan seringkali menjadi pekerjaan yang "tak tahu terima kasih". Pasalnya, analisis tajam hari ini bisa mendadak basi hanya dalam semalam akibat pergeseran global terutama jika Donald Trump sudah naik ke podium konferensi pers.

Lembaga Elev8 dalam prospek publik perdana bertajuk 'Strategic Perspective 2026' menyoroti bahwa tahun ini akan menjadi periode transisi yang penuh gejolak.

Setelah ekonomi global tampil cukup tangguh sepanjang 2025 meski dihantam tarif dagang hingga konflik geopolitik, kini "bantalan" moneter mulai menipis.

Kabar kurang sedap datang bagi mereka yang berharap suku bunga bakal terus turun drastis. Elev8 menyebut 2026 adalah akhir dari siklus pelonggaran.

The Fed (Bank Sentral AS) diprediksi hanya menyisakan ruang pemotongan 50 basis poin, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) punya ruang yang lebih sempit lagi. Satu-satunya yang melawan arus hanyalah Bank of Japan yang justru terus memperketat kebijakan.

"Pasar tenaga kerja mulai mendingin, tapi inflasi akibat tarif dagang dan biaya energi membuat bank sentral ragu untuk terus memangkas suku bunga," tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (19/2/2026).

Pasar komoditas dan kripto menyuguhkan pemandangan kontras. Emas sempat mencetak sejarah dengan terbang ke level US$ 5.700 per ons troi pada awal Januari, sebelum rontok kembali ke bawah US$ 5.000 dalam hitungan hari. Meski volatilitasnya bikin sport jantung, emas diprediksi tetap bullish dengan rata-rata harga US$ 5.400 tahun ini.

Nasib berbeda dialami Bitcoin. Setelah kehilangan sepertiga nilainya dalam lima minggu pertama 2026, si 'emas digital' ini diprediksi hanya akan bergerak mendatar (konsolidasi).

"Katalis positif Bitcoin sudah habis terpakai. Kini Bitcoin masuk fase institusionalisasi yang lebih stabil tapi kurang tenaga untuk mencetak rekor tertinggi baru dalam waktu dekat," ungkap analisis Elev8.

Investor diminta waspada terhadap empat "bom waktu" yang bisa meledak kapan saja pertama, belanja jumbo perusahaan teknologi (Big Tech) sebesar US$ 600 miliar terancam mubazir jika investasi AI gagal dimonetisasi. Kedua, konflik di Selat Hormuz dan stagnasi produksi AS bisa memicu lonjakan harga energi global. Ketiga, gencatan senjata AS-China segera berakhir dan negosiasi ulang pada 2026 diprediksi bakal berlangsung panas dan keempat, Gunung utang pemerintah AS dan Eropa yang makin tinggi mengancam stabilitas dolar dan kepercayaan investor global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Beberkan Masalah Negeri: Salah Urus Ekonomi sampai Kartel Ilegal

Prabowo Beberkan Masalah Negeri: Salah Urus Ekonomi sampai Kartel Ilegal

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 10:28 WIB

Harga Emas Antam Perlahan Naik Lagi, Hari Ini Tembus Rp 2,91 Juta/Gram

Harga Emas Antam Perlahan Naik Lagi, Hari Ini Tembus Rp 2,91 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 10:14 WIB

IHSG Terus Melonjak di Level 8.300 pada Kamis Pagi

IHSG Terus Melonjak di Level 8.300 pada Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 09:18 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB