Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

IHSG Tiba-tiba Merosot di Sesi Pertama Kembali ke Level 8.200, Ini Pemicunya

Achmad Fauzi

Kamis, 19 Februari 2026 | 13:13 WIB
IHSG Tiba-tiba Merosot di Sesi Pertama Kembali ke Level 8.200, Ini Pemicunya
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG ditutup melemah 21 poin atau 0,25 persen ke level 8.289 pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026.
  • Pelemahan terjadi meski bursa regional menguat didukung data industri AS yang solid dan positif.
  • Pelaku pasar menanti kebijakan moneter Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi pertama perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. IHSG turun 21 poin atau 0,25 persen ke level 8.289.

Mengacu riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi di tengah bursa regional Asia yang justru memperpanjang penguatan, mengikuti tren positif di Wall Street. Sentimen global ditopang data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid.

Produksi industri AS pada Januari tercatat naik 0,7 persen secara bulanan, meningkat dari sebelumnya 0,2 persen dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen.

Data tersebut memberi indikasi ketangguhan sektor riil AS dan memperkuat narasi bahwa ekonomi Negeri Paman Sam belum menunjukkan tanda perlambatan signifikan.

OJK menyambut rencana Danantara untuk menjadi salah satu pemegang saham PT BEI. IHSG anjlok parah pada 28 dan 29 Januari setelah MSCI mengumumkan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks. [Antara]
OJK menyambut rencana Danantara untuk menjadi salah satu pemegang saham PT BEI. IHSG anjlok parah pada 28 dan 29 Januari setelah MSCI mengumumkan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks. [Antara]

Namun demikian, pelaku pasar juga mencermati notulen rapat terbaru Federal Reserve. Risalah tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan di kalangan pejabat The Fed.

Sebagian anggota membuka peluang penurunan suku bunga apabila tren disinflasi berlangsung konsisten. Sementara sebagian lainnya cenderung mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan membuka ruang pengetatan tambahan jika inflasi sulit dikendalikan. Hal ini mencerminkan sikap The Fed yang tidak ingin terburu-buru dan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi.

Dari dalam negeri, pergerakan IHSG cenderung tertahan karena pasar menanti arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan siang ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya risiko pasar keuangan.

Di sisi lain, sentimen eksternal juga datang dari agenda Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan bertemu para pemimpin bisnis AS di Washington. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dan mempertegas posisi Indonesia dalam peta geopolitik serta ekonomi global.

baca juga

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada Sesi I, sebanyak 34,67 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,41 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,13 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 308 saham bergerak naik, sedangkan 369 saham mengalami penurunan, dan 281 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, KOCI, PART, SOTS, RMKO, SKBM, ARKO, ASHA, NSSS, BALI, MBMA, HDIT, IKAN.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SSTM, ROCK, HILL, UNIC, VISI, CANI, GRPM, INTA, STAR, XILV, KPIG, MPPA.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam

Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 10:59 WIB

IHSG Terus Melonjak di Level 8.300 pada Kamis Pagi

IHSG Terus Melonjak di Level 8.300 pada Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 09:18 WIB

BEI Gembok Saham WIKA, Ini Alasannya

BEI Gembok Saham WIKA, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:23 WIB

Terkini

Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000

Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 15:52 WIB

Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen

Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:59 WIB

Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap

Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:48 WIB

Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:41 WIB

Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly

Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:34 WIB

Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari

Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:27 WIB

Investor Asing Serok BBCA, Tapi Jual Besar-Besaran BUMI di Sesi I

Investor Asing Serok BBCA, Tapi Jual Besar-Besaran BUMI di Sesi I

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:15 WIB

Mantri BRI Tembus Pulau Terpencil, Eka Layani Nasabah Hingga Kabupaten Banggai Kepulauan

Mantri BRI Tembus Pulau Terpencil, Eka Layani Nasabah Hingga Kabupaten Banggai Kepulauan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:01 WIB

Viral Warga Aceh Iuran Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Ke Mana Anggaran Ratusan Miliar?

Viral Warga Aceh Iuran Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Ke Mana Anggaran Ratusan Miliar?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 12:56 WIB

IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 5.864 pada Sesi I, BBCA Melesat

IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 5.864 pada Sesi I, BBCA Melesat

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 12:35 WIB

×