Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 20 Februari 2026 | 11:06 WIB
Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Ilustrasi nuklir. (Shutterstock)
  • Harga minyak naik pada Jumat, 20 Februari 2026, dipicu peringatan AS kepada Iran mengenai kesepakatan nuklir.
  • Kenaikan harga mencapai puncak enam bulan setelah AS memberi tenggat waktu 10-15 hari kepada Iran.
  • Faktor lain kenaikan harga adalah penyusutan stok minyak AS dan penurunan signifikan ekspor minyak Arab Saudi.

Suara.com - Harga minyak mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Kenaikan harga dipicu peringatan keras dari pihak Amerika Serikat yang mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dalam waktu singkat guna menghindari sanksi atau tindakan lebih lanjut.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 21 sen, atau 0,3 persen, menjadi 71,87 dolar AS, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 23 sen, atau 0,4 persen menjadi 66,66 dolar AS.

Harga minyak mencapai puncaknya dalam enam bulan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. AS memberikan waktu sekitar 10 sampai 15 hari bagi Teheran untuk tunduk pada tuntutan nuklir, guna merespons kekhawatiran bahwa program yang diklaim damai tersebut sebenarnya memiliki tujuan militer.

Ketegangan di jalur logistik vital meningkat setelah Iran mengumumkan latihan militer bersama Rusia tak lama setelah memblokade sementara Selat Hormuz.

Mengingat seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit ini, potensi gesekan bersenjata menjadi ancaman bagi stabilitas harga energi global.

Kondisi ini diperparah oleh data dari EIA yang menunjukkan penyusutan drastis stok minyak mentah Amerika Serikat sebesar 9 juta barel.

Berdasarkan data terbaru dari Joint Organizations Data Initiative, volume pengiriman minyak mentah Arab Saudi mengalami penurunan ke angka 6,988 juta barel per hari di bulan Desember.

Angka ini mencatatkan titik terendah bagi eksportir minyak mentah utama dunia tersebut dalam tiga bulan terakhir.

Di saat yang sama, melambatnya inflasi inti di Jepang ke angka 2,0 persen pada Januari memberikan tekanan bagi Bank Sentral Jepang dalam rencana pengetatan moneter.

Bagi pasar energi, kebijakan suku bunga rendah di negara pengimpor besar seperti Jepang merupakan sinyal positif, karena biaya pinjaman yang murah cenderung menjaga permintaan minyak tetap stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 11:39 WIB

Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN

Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 20:42 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:06 WIB

Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Tekno | Kamis, 12 Februari 2026 | 11:04 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 11:52 WIB

Dialog AS - Iran Redam Harga Minyak Dunia

Dialog AS - Iran Redam Harga Minyak Dunia

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB