Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Gegara Intervensi BI, Rupiah Berjaya di Jumat Sore ke Level Rp 16.888/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:13 WIB
Gegara Intervensi BI, Rupiah Berjaya di Jumat Sore ke Level Rp 16.888/USD
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
  • Rupiah menguat tipis pada Jumat, 20 Februari 2026, ditutup di Rp 16.888 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
  • Penguatan rupiah ini terjadi karena adanya intervensi Bank Indonesia yang bertujuan menstabilkan mata uang dianggap *undervalued*.
  • Kekuatan rupiah diprediksi tidak bertahan lama sebab neraca transaksi berjalan Indonesia kembali defisit pada kuartal keempat 2025.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah menguat tipis pada penutupan, Jumat, 20 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.888 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan ini membuat mata uang garuda masuk di zona hijau dan naik 0,03 persen dibanding penutupan pada Kamis (19/2/2026) yang berada di level Rp 16.894 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.885 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah karena Bank Indonesia (BI) mulai intervensi.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

"Rupiah berhasil berbalik menguat tipis terhadap dolar AS oleh usaha BI yang meningkatkan intervensi menstabilkan Rupiah yang dinilai masih undervalued," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menambahkan, jika tidak ada intevensi, rupiah sebenarnya masih tertekan oleh penguatan dolar AS.

"Penguatan rupiah tidak bertahan lama karena  data menunjukkan neraca transaksi berjalan Indonesia kembali ke defisit di kuartal keempat 2025," jelasnya.

Sedangkan rupiah menguat Bersama ringgit Malaysia dan won Korea, dengan penguatan masing-masing 0,4 persen, 0,12 persen dan 0,06 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia masih melemah terhadap dolar AS sore ini. Rupee India mencatat pelemahan terdalam yakni 0,33 persen, disusul yen Jepang yang melemah 0,30 persen.

Diikuti oleh peso Filipina melemah 0,26 persen, dolar Taiwan melemah 0,23 persen. Lalu, dolar Singapura melemah 0,09 persen, baht Thailand melemah 0,03 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.

Saat ini, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 97,92.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Meriang, Dolar AS Sentuh Level Rp16.908

Rupiah Masih Meriang, Dolar AS Sentuh Level Rp16.908

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 09:44 WIB

Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:15 WIB

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat

Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:30 WIB

IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?

IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:15 WIB

SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026

SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:09 WIB

PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:49 WIB

TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan

TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:48 WIB

Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia

Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja

Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:45 WIB

Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026

Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:40 WIB

Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:31 WIB