Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:39 WIB
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
Rokok elektronik (shutterstock)
  • ARVINDO wajibkan cek KTP di toko vape untuk cegah pembeli di bawah 21 tahun.
  • Vape didorong sebagai alat bantu berhenti merokok berbasis harm reduction.
  • GEBRAK ajak pemilik toko vape aktif edukasi bahaya tar dan asap rokok ke konsumen.

Suara.com - Asosiasi Retail Vape Indonesia (ARVINDO) bersama Gerakan Bebas Tar dan Asap Rokok (GEBRAK) melarang penjualan rokok elektronik (vape) bagi siapa pun yang berusia di bawah 21 tahun.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam menekan penyalahgunaan produk tembakau alternatif, sekaligus memastikan pemanfaatannya tepat sasaran, yakni hanya untuk perokok dewasa.

Ketua ARVINDO, Fachmi Kurnia, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh anggota asosiasi untuk patuh pada regulasi. Instruksi ini bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban operasional di lapangan.

“Kami sudah memberikan surat resmi untuk melarang toko vape menjual ke anak di bawah umur dan menghimbau agar terdapat tulisan 21+ di depan toko. Kami akan meminta tanda pengenal (KTP),” ujar Fachmi, Selasa (24/2/2026).

Fachmi menjelaskan, kampanye yang dilakukan asosiasi secara konsisten menekankan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko lebih rendah. Produk ini diposisikan sebagai alat bantu bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaan merokok konvensional.

ARVINDO juga berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dapat membuka ruang diskusi berbasis kajian ilmiah dalam merumuskan kebijakan. Menurutnya, pendekatan harm reduction (pengurangan risiko) perlu dipertimbangkan sebagai solusi baru di Indonesia.

“Kami berharap Kemenkes bisa melihat vape sebagai solusi yang berdasarkan penelitian seperti di banyak negara. Kami percaya Kemenkes perlu membuka ruang untuk pendekatan baru, yaitu harm reduction,” tambah Fachmi.

Optimisme ARVINDO dan GEBRAK bukan tanpa alasan. Studi terbaru dari JAMA Network (2025) bertajuk “Prevalence of Popular Smoking Cessation Aids in England and Associations With Quit Success” menunjukkan hasil signifikan.

Penelitian terhadap 25.094 perokok mengungkapkan bahwa rokok elektronik menjadi alat bantu berhenti merokok paling populer (40,2%), selain itu vape memiliki tingkat keberhasilan tertinggi dibandingkan metode lainnya dalam membantu perokok berhenti.

Senada dengan ARVINDO, Ketua GEBRAK, Garindra Kartasasmita, menekankan bahwa toko vape memiliki peran krusial sebagai garda terdepan edukasi. Pemilik vape store diharapkan tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjadi mitra informasi bagi masyarakat.

“Komitmen ini penting agar pemilik toko juga mengedukasi konsumennya mengenai bahaya asap rokok dan tar, serta menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif berbeda dengan rokok,” tutur Garindra.

Melalui sinergi ini, ARVINDO dan GEBRAK optimistis perlindungan anak dan inovasi pengurangan risiko dapat berjalan beriringan demi menekan prevalensi merokok di Indonesia secara efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata

Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:24 WIB

Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?

Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?

Your Say | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:50 WIB

Liquid Vape Dicampur Narkotika, Desakan Aturan Ketat Menggema di Tengah Celah Regulasi

Liquid Vape Dicampur Narkotika, Desakan Aturan Ketat Menggema di Tengah Celah Regulasi

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB