Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19 WIB
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
Ilustrasi petani sawit. [Istimewa]
  • Produktivitas petani sawit rakyat terhambat akibat minim literasi agronomi dan rentan memilih bibit berkualitas rendah.
  • Program PERKASA TPAG meningkatkan kualitas agronomi petani melalui pelatihan praktik langsung identifikasi bibit dan pemupukan.
  • Pelatihan PERKASA telah menjangkau petani di 69 desa, 10 kabupaten, disertai pendampingan rutin untuk memastikan penerapan teknik benar.

Suara.com - Produktivitas kebun sawit rakyat masih menghadapi tantangan serius. Minimnya literasi agronomi dan keterbatasan akses pendampingan teknis membuat banyak petani sawit rentan lakukan kesalahan, mulai dari pemilihan bibit hingga teknik perawatan tanaman.

Salah satunya, Bejo, petani sawit di Desa Suak Putat, Muaro Jambi, yang sempat tergiur membeli bibit sawit murah dengan janji panen cepat dan hasil berlipat. Namun keputusan tersebut justru menjadi penyesalan panjang.

"Pertama kali beli bibit itu yang abal-abal, jadi kini hasilnya sangat mengecewakan sekali," ujar Bejo seperti dikutip, Selasa (24/2/2026).

Kasus serupa bukan hal yang jarang terjadi di kebun sawit rakyat. Keterbatasan informasi dan minimnya pemahaman dasar agronomi membuat petani mudah percaya pada tawaran bibit murah tanpa sertifikasi jelas.

Ilustrasi petani kelapa sawit. [Ist]
Ilustrasi petani kelapa sawit. [Ist]

Padahal, kesalahan memilih bibit bisa berdampak pada produktivitas rendah selama puluhan tahun masa tanam.

Tantangan ini juga dialami Sumarni Ningsih, petani di Desa Long Tesak, Kutai Timur. Selama bertahun-tahun ia berkebun sawit hanya berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa benar-benar memahami teknik budidaya yang tepat.

"Saya dulu hanya ikut cara orang-orang sebelumnya. Tidak tahu apakah itu sudah benar atau belum," bebernya.

Kurangnya pemahaman tentang pemilihan bibit, pemupukan dengan dosis tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit menjadi faktor yang kerap luput dari perhatian petani mandiri. Akibatnya, potensi hasil panen tidak optimal dan pendapatan pun stagnan.

Perubahan mulai dirasakan setelah Bejo dan Sumarni mengikuti pelatihan Perkasa (Petani Berkualitas dan Sejahtera), inisiatif TAP untuk Negeri dari PT Triputra Agro Persada Tbk. (TPAG). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas agronomi petani melalui pendekatan praktik langsung di lapangan.

Sekitar 60 persen sesi pelatihan difokuskan pada praktik, mulai dari mengidentifikasi bibit bersertifikat, teknik pemupukan yang benar, hingga cara panen yang tepat. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru dalam mengelola kebun secara presisi.

"Saya jadi memahami bahwa memilih bibit itu tidak boleh sembarangan dan kalau melakukan pemupukan perlu dosis dan cara yang tepat agar hasil panen bisa bagus. Semoga setelah melalui pelatihan ini dengan cara berkebun yang baik dan benar, kami bisa meningkatkan pendapatan," ungkap Sumarni.

Hingga akhir 2025, pelatihan PERKASA yang dimulai sejak akhir 2024 telah menjangkau petani mandiri di 69 desa pada 10 kabupaten di wilayah Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Program ini juga dilengkapi dengan pendampingan berkala untuk memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di kebun masing-masing.

Subeki, petani Desa Baung, Seruyan, Kalimantan Tengah, merasakan manfaat dari pendampingan tersebut, khususnya dalam praktik pruning atau pemotongan pelepah sebelum panen.

"Dulu saya pikir asal pelepah dipotong saja sudah cukup, namun setelah ikut pelatihan PERKASA, saya baru tahu kalau pruning itu ada aturannya dan sangat berperan penting untuk tumbuh kembang tanaman sawit serta kemudahan saat panen nanti. Tim dari perusahaan juga rutin datang untuk memantau dan memberikan masukan-masukan," pungkas Subeki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan

Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:18 WIB

BPDP Ungkap Penerimaan Ekspor Sawit Tembus Rp 31 Triliun di 2025

BPDP Ungkap Penerimaan Ekspor Sawit Tembus Rp 31 Triliun di 2025

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:16 WIB

Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah

Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:44 WIB

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:35 WIB

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:51 WIB

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:49 WIB

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:29 WIB

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:55 WIB