- Ma'ruf Amin menyatakan ekonomi syariah maju signifikan namun belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat Indonesia.
- Indonesia menduduki posisi teratas ekonomi halal global dengan aset keuangan syariah nasional bernilai ribuan triliun.
- Pengelolaan zakat dan wakaf semakin terorganisir, namun kontribusi ekonomi syariah dirasa belum terasa signifikan.
Suara.com - Mantan Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin mengakui ekonomi syariah belum sepenuhnya menjadi budaya di masyarakat Indonesia. Padahal, pertumbuhannya di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif.
"Kita patut bersyukur ekonomi syariah Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Beberapa indikator penting menunjukkan kemajuan tersebut," ujar Ma'ruf Amin dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah di Jakarta yang dikutip pada Rabu (25/2/2026).
Sejumlah indikator di antaranya, Indonesia menempati posisi strategis dalam ekonomi halal global. Menurutnya, Indonesia secara konsisten berada di urutan teratas.

"Yang kedua, aset keuangan syariah nasional terus meningkat dan lebih. Dan sudah telah mencapai ribuan triliun rupiah dengan pertumbuhan yang stabil setiap tahun," imbuhnya.
Kemudian, industri halal mengalami perkembangan yang cukup pesat seperti makanan, pariwisata, dan fashion muslim.
"Pengelolaan zakat dan wakaf semakin terogranisir dan memiliki potensi besar sebagai instrumen redistribusi ekonomi," kata Ma'ruf Amin.
Namun demikian, ekonomi syariah di Indonesia menurutnya belum tumbuh sebagai budaya, melainkan hanya sebagai sistem.
"Kita juga harus jujur mengakui suatu kenyataan, ekonomi syariah telah tumbuh sebagai sistem, tetapi belum sepenuhnya tumbuh sebagai budaya," ujarnya.
Meskipun ekonomi syariah telah tertuang dalam regulasi dan institusi, menurutnya keberadaannya belum sepenuhnya meresap ke dalam kesadaran dan perilaku masyarakat.
Baca Juga: Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!
"Sehingga kontribusi ekonomi syariah seperti ini masih belum terasa signifikan. Inilah tantangan sejarah kita," pungkasnya.