- CIMB Niaga mencatat laba setelah pajak Rp6,93 triliun dan aset konsolidasian Rp372,7 triliun sepanjang tahun 2025.
- Kinerja tahun 2025 menunjukkan NPL bruto 1,81% dan CAR 24,8%, mencerminkan fundamental bisnis yang solid.
- Pertumbuhan kredit total mencapai 4,5% didorong oleh segmen Perbankan Korporat, didukung CASA naik 10,1%.
Kenaikan kredit ritel terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) sebesar 10,1 persdn Y-o-Y.
![Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan (tengah) dalam acara taklimat media di Jakarta, Kamis (11/12/2025). [Suara.com/Rina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/12/64234-presiden-direktur-cimb-niaga-lani-darmawan.jpg)
Sementara itu, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mempertahankan posisinya sebagai salah satu unit usaha syariah terbesar di Indonesia.
Per 31 Desember 2025, total pembiayaan syariah mencapai Rp55,7 triliun dengan DPK sebesar Rp50,3 triliun.
CIMB Niaga Syariah juga terus memperkuat struktur pendanaan melalui optimalisasi pendanaan yang efisien, pengembangan jaringan berbasis komunitas, serta kemitraan strategis berbasis prinsip syariah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.