Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:51 WIB
Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari
Pedagang pakaian di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (20/2).
baca 10 detik
  • Industri Barang Galian Non-Logam (BGNL) mengalami kontraksi pada Februari 2026 akibat proyek infrastruktur melambat.
  • Kontraksi BGNL disebabkan faktor musiman awal tahun anggaran dan dimulainya momentum bulan Ramadan.
  • Meskipun melemah di awal 2026, BGNL mencatatkan pertumbuhan positif 6,16 persen sepanjang tahun 2025.

Suara.com - Industri barang galian non-logam (BGNL) tercatat mengalami kontraksi pada Februari 2026. Pelemahan ini terjadi seiring melambatnya proyek infrastruktur pada awal tahun anggaran serta momentum Ramadan yang membuat aktivitas konstruksi belum berjalan penuh.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian sekaligus Plt Dirjen IKFT, Eko Cahyanto, menyampaikan subsektor BGNL menjadi satu-satunya yang terkontraksi dalam kelompok Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) pada Februari.

"IKI untuk BGNL mengalami kontraksi. Komponen Pesanan dan komponen Persediaan masih menunjukkan kontraksi,” ujar Eko dalam konferensi pers rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026, dikutip Jumat (27/2/2026).

Ilustrasi Industri Kimia (ist)
Ilustrasi Industri Kimia (ist)

Ia menjelaskan, tekanan terhadap subsektor ini dipicu faktor musiman dan siklus anggaran pemerintah di awal tahun.

"Penyebab dari kontraksi ini adalah memasuki awal tahun anggaran dan bulan Ramadan. Banyak proyek infrastruktur yang belum berjalan. Sehingga permintaan bahan bangunan, produk bahan galian non-logam juga ikut turun," kata dia.

BGNL mencakup berbagai produk bahan bangunan seperti semen, kaca, keramik, dan produk turunan mineral lainnya yang sangat bergantung pada aktivitas konstruksi. Ketika proyek melambat, permintaan ikut terkoreksi.

Meski terkontraksi pada Februari, secara tahunan kinerja industri barang galian non-logam sepanjang 2025 masih mencatat pertumbuhan positif.

"Secara full year 2025, industri barang galian non-logam tumbuh 6,16 persen. Jadi meskipun kontraksi, tapi secara full year di tahun 2025 kemarin pertumbuhannya cukup baik," ujar Eko.

Bahkan pada Kuartal IV-2025, sektor ini masih tumbuh 8,98 persen. Artinya, pelemahan pada awal 2026 dinilai lebih bersifat jangka pendek.

baca juga

“Pertumbuhan sektor barang galian non-logam masih menunjukkan tren positif sebesar 8,98 persen pada Kuartal-IV tahun 2025,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Pelarangan Vape Dinilai Bisa Matikan UMKM dan Ratusan Ribu Lapangan Kerja

Ancaman Pelarangan Vape Dinilai Bisa Matikan UMKM dan Ratusan Ribu Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:06 WIB

OJK Restui Empat BPR di Priangan Timur Digabungkan, Apa Untungnya?

OJK Restui Empat BPR di Priangan Timur Digabungkan, Apa Untungnya?

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 08:00 WIB

Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus

Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 20:53 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×