Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 01 Maret 2026 | 16:54 WIB
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan lelang perdana repo obligasi PT SMF merupakan capaian sejarah, karena BI sebelumnya hanya menerima repo dengan underlying surat berharga negara (SBN). [Suara.com/Rina Anggraeni]
  • Bank Indonesia mencatat perlambatan kredit disebabkan suku bunga tinggi dan pemberian special rate dana oleh perbankan.
  • BI telah menurunkan suku bunga kebijakan sejak September 2024, mendorong penurunan lending rate baru sebesar 88 bps.
  • BI mendorong transmisi kebijakan moneter melalui insentif likuiditas makroprudensial untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) membeberkan penyebab kredit masih melambat. Salah satunya suku bunga yang masih tinggi dan pemberian special rate kepada deposan besar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan sudah menurunkan suku bunga sejak September 2024 dalam mendorong pertumbuhan kredit. Namun, lending rate untuk kredit baru sudah turun sebesar 88 basis poin (bps).

"Tapi kita lihat memang lending rate belakangan untuk yang kredit baru, dia turunnya sudah lumayan, sudah 88 basis point. 88 basis point dia turun, artinya bank sudah mulai siap sebenarnya untuk lending appetite-nya bank sudah mulai tinggi," ujarnya dalam peluncuran buku kajian stabilitas keuangan No. 46, Minggu (1/3/2026).

Destry meminta, perbankan untuk segera menurunkan special rate dana agar mendorong suku bunga kredit ikut melandai.

ilustrasi kredit tanpa agunan (Gemini AI)
ilustrasi kredit tanpa agunan (Gemini AI)

Selain itu, BI juga ikut mendorong melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) dengan memberikan potongan giro wajib minimum (GWM) 1 persen apabila bank menyesuaikan suku bunga kredit/pembiayaan sejalan dengan suku bunga kebijakan BI (interest rate channel).

"Ini pun kami memberikan insentif, jadi tadi KLM kita itu kita bagi dua, ada yang namanya lending channel, bank-bank yang memberikan kreditnya kepada sektor-sektor prioritas, tapi ada juga yang namanya interest rate channel, yaitu bank-bank yang cepat menjalankan transmisi kebijakan moneter kami masuklah ke sektor perbankan itu, ke kredit khususnya," imbuhnya.

BI juga memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berbasis kinerja dan berorientasi ke depan (forward looking) guna memastikan kecukupan likuiditas dan mempercepat penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas pemerintah.

Hingga minggu pertama Februari 2026, perbankan telah memperoleh insentif sebesar Rp 427,5 triliun.

Destry juga menekankan perlunya sinergi antarlembaga dalam mendorong pertumbuhan kredit dan mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan, sehingga transmisi kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan roda perekonomian bergerak lebih cepat.

"Tentunya ini juga banyak pengaruh juga dari regulator lain seperti dengan OJK, kita kan bersama-sama mendorong bank, ayo bank, mari kita sama-sama turunkan dulu tuh yang special rate-special rate untuk didana, supaya bisa nanti di lending ratenya juga akan turun," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu

Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:40 WIB

Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang

Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:20 WIB

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 22:06 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB