Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 02 Maret 2026 | 13:59 WIB
Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%
Petugas mengecek meteran listrik di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (10/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Inflasi tahunan Februari 2026 mencapai 4,76 persen, lebih tinggi dari pola normal karena faktor teknis tahun sebelumnya.
  • Inflasi didorong kelompok perumahan karena efek pembanding rendah tarif listrik periode Januari-Februari 2025.
  • Kenaikan harga emas perhiasan dan beberapa komoditas pangan turut menyumbang signifikan pada inflasi tahunan tersebut.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year pada Februari 2026 mencapai 4,76 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pola normal dan dipengaruhi faktor teknis yang terjadi pada periode pembanding tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, menyampaikan inflasi tahunan Februari 2026 tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi 110,50 pada Februari 2026.

"Pada Februari 2026 terjadi inflasi secara year-on-year atau inflasi tahunan 4,76 persen," ujar Ateng di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. [Tangkapan Layar].
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. [Tangkapan Layar].

Ia menjelaskan, inflasi tahunan tersebut terutama didorong oleh kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga yang mengalami inflasi 16,19 persen dengan andil 2,26 persen terhadap inflasi nasional.

Menurut Ateng, komoditas yang paling dominan mendorong kelompok tersebut adalah tarif listrik. Kenaikan ini terjadi karena efek pembanding yang rendah pada awal 2025 saat pemerintah menerapkan diskon tarif listrik 50 persen pada Januari dan Februari.

"Inflasi pada kelompok Perumahan, Listrik, Air ini adanya low base effect pada komoditas tarif listrik," ungkapnya.

Selain kelompok perumahan, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga mencatat inflasi tinggi secara tahunan, yakni 16,66 persen dengan andil 1,12 persen. Kenaikan pada kelompok ini terutama dipicu lonjakan harga emas perhiasan.

Ateng menyebut inflasi emas perhiasan telah terjadi secara konsisten sejak Februari 2022. Kenaikan harga emas global memperkuat tekanan pada komponen inti inflasi.

"Inflasi kelompok ini terutama disebabkan oleh inflasi komoditi emas perhiasan yang konsisten mengalami inflasi year-on-year sejak Februari tahun 2022," ucapnya.

baca juga

Sementara itu, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 3,51 persen dengan kontribusi 1,04 persen. Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok ini antara lain ikan segar, daging ayam ras, beras, bawang merah, serta telur ayam ras.

BPS juga mencatat komponen harga yang diatur pemerintah atau administered price mengalami inflasi tahunan 12,66 persen dengan andil terbesar berasal dari tarif listrik serta komoditas rokok seperti sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan.

Di sisi lain, komponen inti mengalami inflasi 2,63 persen dengan andil 1,72 persen. Komoditas dominan pada komponen inti antara lain emas perhiasan, biaya pendidikan perguruan tinggi, mobil, sewa rumah, dan nasi dengan lauk.

Ateng menegaskan, tingginya inflasi tahunan pada Januari dan Februari 2026 tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan harga yang melonjak drastis pada periode berjalan. Faktor pembanding rendah pada awal 2025 membuat angka inflasi tahunan terlihat lebih tinggi.

"Ketika penghitungan inflasi tahun ke tahunnya dilakukan pada periode yang sama yaitu Februari 2026, basis pembandingnya relatif rendah," tuturnya.

Ia menambahkan, setelah periode diskon listrik berakhir dan basis harga kembali normal, tekanan inflasi tahunan diperkirakan kembali mengikuti tren fundamentalnya pada bulan-bulan berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Februari 0,68 Persen, Harga Ayam dan Cabai Jadi Biang Kerok Jelang Ramadan

Inflasi Februari 0,68 Persen, Harga Ayam dan Cabai Jadi Biang Kerok Jelang Ramadan

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 13:49 WIB

Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi

Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 21:10 WIB

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:45 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak di Rp2,39 Juta-Rp2,61 Juta Pekan Ini

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak di Rp2,39 Juta-Rp2,61 Juta Pekan Ini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 07:32 WIB

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026? Ini Penjelasan Menurut Aturan Terbaru

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026? Ini Penjelasan Menurut Aturan Terbaru

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 07:30 WIB

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 07:27 WIB

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:20 WIB

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

News | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

Riau | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:14 WIB

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 07:07 WIB

Bertolak ke Sulbar, Gibran akan Hadiri 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang hingga Tinjau RSUD

Bertolak ke Sulbar, Gibran akan Hadiri 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang hingga Tinjau RSUD

News | Senin, 02 November 2026 | 07:04 WIB

KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi

KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi

Batam | Senin, 02 November 2026 | 07:03 WIB

×