Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 02 Maret 2026 | 13:59 WIB
Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%
Petugas mengecek meteran listrik di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (10/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Inflasi tahunan Februari 2026 mencapai 4,76 persen, lebih tinggi dari pola normal karena faktor teknis tahun sebelumnya.
  • Inflasi didorong kelompok perumahan karena efek pembanding rendah tarif listrik periode Januari-Februari 2025.
  • Kenaikan harga emas perhiasan dan beberapa komoditas pangan turut menyumbang signifikan pada inflasi tahunan tersebut.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year pada Februari 2026 mencapai 4,76 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pola normal dan dipengaruhi faktor teknis yang terjadi pada periode pembanding tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, menyampaikan inflasi tahunan Februari 2026 tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi 110,50 pada Februari 2026.

"Pada Februari 2026 terjadi inflasi secara year-on-year atau inflasi tahunan 4,76 persen," ujar Ateng di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. [Tangkapan Layar].
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. [Tangkapan Layar].

Ia menjelaskan, inflasi tahunan tersebut terutama didorong oleh kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga yang mengalami inflasi 16,19 persen dengan andil 2,26 persen terhadap inflasi nasional.

Menurut Ateng, komoditas yang paling dominan mendorong kelompok tersebut adalah tarif listrik. Kenaikan ini terjadi karena efek pembanding yang rendah pada awal 2025 saat pemerintah menerapkan diskon tarif listrik 50 persen pada Januari dan Februari.

"Inflasi pada kelompok Perumahan, Listrik, Air ini adanya low base effect pada komoditas tarif listrik," ungkapnya.

Selain kelompok perumahan, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga mencatat inflasi tinggi secara tahunan, yakni 16,66 persen dengan andil 1,12 persen. Kenaikan pada kelompok ini terutama dipicu lonjakan harga emas perhiasan.

Ateng menyebut inflasi emas perhiasan telah terjadi secara konsisten sejak Februari 2022. Kenaikan harga emas global memperkuat tekanan pada komponen inti inflasi.

"Inflasi kelompok ini terutama disebabkan oleh inflasi komoditi emas perhiasan yang konsisten mengalami inflasi year-on-year sejak Februari tahun 2022," ucapnya.

Sementara itu, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 3,51 persen dengan kontribusi 1,04 persen. Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok ini antara lain ikan segar, daging ayam ras, beras, bawang merah, serta telur ayam ras.

BPS juga mencatat komponen harga yang diatur pemerintah atau administered price mengalami inflasi tahunan 12,66 persen dengan andil terbesar berasal dari tarif listrik serta komoditas rokok seperti sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan.

Di sisi lain, komponen inti mengalami inflasi 2,63 persen dengan andil 1,72 persen. Komoditas dominan pada komponen inti antara lain emas perhiasan, biaya pendidikan perguruan tinggi, mobil, sewa rumah, dan nasi dengan lauk.

Ateng menegaskan, tingginya inflasi tahunan pada Januari dan Februari 2026 tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan harga yang melonjak drastis pada periode berjalan. Faktor pembanding rendah pada awal 2025 membuat angka inflasi tahunan terlihat lebih tinggi.

"Ketika penghitungan inflasi tahun ke tahunnya dilakukan pada periode yang sama yaitu Februari 2026, basis pembandingnya relatif rendah," tuturnya.

Ia menambahkan, setelah periode diskon listrik berakhir dan basis harga kembali normal, tekanan inflasi tahunan diperkirakan kembali mengikuti tren fundamentalnya pada bulan-bulan berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Februari 0,68 Persen, Harga Ayam dan Cabai Jadi Biang Kerok Jelang Ramadan

Inflasi Februari 0,68 Persen, Harga Ayam dan Cabai Jadi Biang Kerok Jelang Ramadan

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 13:49 WIB

Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi

Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 21:10 WIB

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:45 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB