Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 02 Maret 2026 | 18:15 WIB
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/7).
baca 10 detik
  • Surplus Januari 2026 USD0,95 miliar, terendah sejak 2021 akibat ekspor yang merosot tajam.
  • Indonesia cetak rekor surplus 69 bulan beruntun sejak Mei 2020 meski angka kian menipis.
  • Defisit dagang dengan Tiongkok membengkak hingga USD2,47 miliar pada awal tahun 2026.

Suara.com - Kinerja perdagangan Indonesia mengawali tahun 2026 dengan catatan yang kurang menggigit. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan RI pada Januari 2026 hanya menyentuh angka USD0,95 miliar, merosot tajam dibandingkan capaian Desember 2025 yang masih gagah di angka USD2,51 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa meski angka ini menciut, Indonesia setidaknya masih mampu menjaga napas panjang tren positif selama 69 bulan berturut-turut.

"Pada kondisi Januari tahun 2026, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD0,95 miliar. Ini berarti Indonesia telah mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Penyusutan surplus yang signifikan ini bukan tanpa alasan. Ateng menjelaskan, penurunan kinerja ekspor yang lebih drastis dibandingkan impor menjadi biang kerok menyempitnya jarak surplus.

Secara bulanan, ekspor memang melemah. Namun jika ditarik secara tahunan (year-on-year), nilai ekspor Januari 2026 yang sebesar USD22,16 miliar sebenarnya masih naik 3,39 persen. Masalahnya, impor melaju jauh lebih kencang dengan kenaikan 18,21 persen secara tahunan menjadi USD21,20 miliar.

"Surplus menipis karena penurunan ekspor lebih dalam jika dibandingkan dengan penurunan impornya. Baik komoditas migas maupun nonmigas sama-sama mengalami penurunan," jelasnya.

Beruntung, sektor nonmigas masih mampu menyumbang surplus sebesar USD3,22 miliar. Kekuatan utama ekspor RI masih bersandar pada tiga komoditas "klasik":

  • Lemak dan minyak hewan nabati (HS 15/CPO).
  • Bahan bakar mineral (HS 27/Batu bara).
  • Besi dan baja (HS 72).

Di sisi lain, Indonesia masih punya "pekerjaan rumah" besar terkait ketergantungan pada produk impor tertentu. Tiongkok kembali menjadi negara penyumbang defisit terdalam bagi neraca dagang RI.

"Negara penyumbang defisit terdalam yaitu Tiongkok, tercatat sebesar USD2,47 miliar," tutur Ateng. Selain Negeri Tirai Bambu, Indonesia juga mencatatkan rapor merah perdagangan dengan Australia (USD0,96 miliar) dan Prancis (USD0,47 miliar).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Pantau Dampak Perang AS-Israel Vs Iran ke Perdagangan RI

BPS Pantau Dampak Perang AS-Israel Vs Iran ke Perdagangan RI

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 16:46 WIB

BPS: 33 Provinsi Inflasi, Tekanan Terbesar dari Ayam dan Cabai

BPS: 33 Provinsi Inflasi, Tekanan Terbesar dari Ayam dan Cabai

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 15:33 WIB

Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%

Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 13:59 WIB

Terkini

Tadabbur Novel Pareidolia: Hidup Sejatinya adalah Permainan dan Senda Gurau

Tadabbur Novel Pareidolia: Hidup Sejatinya adalah Permainan dan Senda Gurau

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Apa Saja 5 Merek Sepatu Lari Lokal Terbaik? Ini Rekomendasi Paling Laris

Apa Saja 5 Merek Sepatu Lari Lokal Terbaik? Ini Rekomendasi Paling Laris

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:13 WIB

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Persija Dikalahkan Persita, Singgung Mental Bertarung

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Persija Dikalahkan Persita, Singgung Mental Bertarung

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit

Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:01 WIB

The Little Polka Dot: Kisah Manis tentang Keberanian Menjadi Diri Sendiri

The Little Polka Dot: Kisah Manis tentang Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Apa Perbedaan Utama Fungsi Loose Powder, Setting Powder, dan Finishing Powder dalam Urutan Makeup?

Apa Perbedaan Utama Fungsi Loose Powder, Setting Powder, dan Finishing Powder dalam Urutan Makeup?

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Mayoritas Gen Z dan Milenial Puas Kinerja Prabowo, Bagaimana dengan Lulusan Perguruan Tinggi?

Mayoritas Gen Z dan Milenial Puas Kinerja Prabowo, Bagaimana dengan Lulusan Perguruan Tinggi?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Cerita Titi Kamal Bisa Tetap Refresh di Sela Syuting The Doll Ghawiah: Main ke Curug dan Hutan

Cerita Titi Kamal Bisa Tetap Refresh di Sela Syuting The Doll Ghawiah: Main ke Curug dan Hutan

Entertainment | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Jam Berapa Sebaiknya Mulai Pakai Sunscreen? Jangan Tunggu Matahari Terik

Jam Berapa Sebaiknya Mulai Pakai Sunscreen? Jangan Tunggu Matahari Terik

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis

Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:47 WIB

×