Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Perang Iran Ancam Inflasi Massal, OPEC+ Bersiap Tambah Pasokan BBM

M Nurhadi

Selasa, 03 Maret 2026 | 08:11 WIB
Perang Iran Ancam Inflasi Massal, OPEC+ Bersiap Tambah Pasokan BBM
Ilustrasi kilang minyak milik Saudi Aramco. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Konfrontasi AS-Israel melawan Iran mengancam pasar komoditas global, memicu prediksi lonjakan harga minyak mentah dunia.
  • Gangguan di Selat Hormuz, jalur vital seperlima konsumsi minyak global, berpotensi mendorong harga melewati ambang psikologis $100.
  • OPEC+ sepakat meningkatkan kuota produksi mulai April untuk meredam kepanikan pasar, meskipun dampaknya diragukan jika terjadi pemblokiran fisik.

Suara.com - Konfrontasi bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah mengirimkan gelombang kejut ke pasar komoditas global.

Para analis ekonomi kini memberikan peringatan serius mengenai potensi lonjakan harga minyak mentah yang sulit terbendung seiring dengan meningkatnya intensitas serangan di kawasan Timur Tengah.

Meskipun kontribusi Iran hanya berkisar 3-4% dari total produksi minyak dunia, posisi geografisnya yang menguasai Selat Hormuz menjadi faktor krusial.

Selat ini merupakan titik nadi distribusi minyak paling vital di planet ini, sehingga gangguan sekecil apa pun di wilayah tersebut akan langsung mendongkrak proyeksi harga pasar.

Selat Hormuz: Jalur Hidup yang Terancam Lumpuh

Selat Hormuz merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional. Seperlima dari konsumsi minyak global melewati jalur sempit di antara Iran dan Oman ini.

Jika jalur ini mengalami hambatan berkepanjangan, harga minyak mentah diprediksi akan melewati ambang psikologis US$100 (sekitar Rp1,68 juta) per barel.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa arus lalu lintas di Selat Hormuz praktis terhenti. Banyak perusahaan pelayaran dan pedagang energi memilih untuk menunda pengiriman demi alasan keamanan.

"Baik selat ditutup secara paksa maupun menjadi tidak dapat diakses karena penghindaran risiko, dampaknya terhadap arus pasokan pada dasarnya sama," tulis Jorge Leon, Wakil Presiden Senior Rystad Energy, seperti yang dikutip via DW.

baca juga

Tanpa adanya sinyal deeskalasi yang cepat, pasar dunia harus bersiap menghadapi penyesuaian harga yang sangat signifikan.

Sebagai produsen minyak terbesar keempat di dalam organisasi OPEC, Iran memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata:

  • Produksi Harian: Iran menghasilkan sekitar 3,3 juta barel minyak per hari (bph).
  • Cadangan Global: Memiliki sekitar 12% dari total cadangan minyak dunia dan seperempat cadangan di Timur Tengah.
  • Pendapatan Negara: Pada 2023, ekspor minyak Iran menyumbang pendapatan bersih sebesar US$53 miliar (sekitar Rp890,4 triliun).
  • Mitra Utama: Tiongkok menjadi pembeli utama, menyerap sekitar 90% dari total ekspor minyak mentah Iran.

Meskipun ekonomi Iran mulai terdiversifikasi, sektor energi tetap menjadi tulang punggung finansial pemerintah dalam membiayai operasional negara maupun militer.

Reaksi Pasar dan Langkah Strategis OPEC+

Menjelang pecahnya perang pada akhir Februari 2026, harga minyak sebenarnya sudah merangkak naik akibat kekhawatiran spekulatif. Minyak mentah jenis Brent tercatat berada di level US$73 (sekitar Rp1,22 juta) per barel pada 27 Februari.

Guna meredam kepanikan pasar, kelompok negara produsen minyak OPEC+ dalam pertemuannya pada Minggu (01/03) telah sepakat untuk meningkatkan kuota produksi mulai April mendatang.

Langkah ini diambil sebagai upaya "pendinginan" agar harga tidak melambung liar yang dapat merusak pertumbuhan ekonomi global.

Namun, William Jackson, Kepala Ekonom Pasar Negara Berkembang di Capital Economics, menilai bahwa intervensi produksi mungkin tidak akan cukup jika gangguan fisik terjadi di Selat Hormuz.

"Jika konflik memengaruhi pasokan secara nyata, terutama melalui pemblokiran Selat Hormuz, hal itu dapat menyebabkan harga minyak melonjak hingga sekitar US$100 per barel," tegas Jackson dalam catatannya kepada klien.

Jika harga minyak menetap di level tinggi dalam waktu lama, dunia akan menghadapi tantangan inflasi yang berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

24 Jam Perang Iran: Ratusan Orang Tewas, Kilang Minyak Berhenti Operasi

24 Jam Perang Iran: Ratusan Orang Tewas, Kilang Minyak Berhenti Operasi

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:50 WIB

Apakah Iran Telah Memasang Ranjau di Selat Hormuz?

Apakah Iran Telah Memasang Ranjau di Selat Hormuz?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:37 WIB

Mengapa Ayatollah Ali Khamenei Sering Gunakan Tangan Kiri? Ini Kisah Tragis di Baliknya

Mengapa Ayatollah Ali Khamenei Sering Gunakan Tangan Kiri? Ini Kisah Tragis di Baliknya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:01 WIB

Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru

Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:25 WIB

Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal

Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 06:41 WIB

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Terkini

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:54 WIB

×