Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran

Dicky Prastya

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:20 WIB
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
Wamenkeu Juda Agung bersiap mengikuti pembacaan sumpah jabatan pada pelantikan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc]
baca 10 detik
  • Wamenkeu Juda Agung tegaskan APBN dirancang tangguh dengan prinsip prudent, disiplin, dan fleksibel, jaga defisit di bawah 3 persen.
  • APBN memiliki fleksibilitas melalui cadangan fiskal untuk membantalan dampak gejolak global berdasarkan hasil *stress test* rutin.
  • Kementerian Keuangan diversifikasi pembiayaan global dengan menerbitkan obligasi dalam mata uang Euro dan Renminbi untuk memperkuat ketahanan fiskal.

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dirancang cukup tangguh untuk merespons gejolak global.

Hal ini menanggapi kekhawatiran soal perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memicu tekanan di pasar keuangan.

Wamenkeu Juda Agung menilai bahwa APBN didesain dengan tiga prinsip utama, yakni prudent, disiplin, dan fleksibel. Ia memastikan defisit APBN tidak melebihi 3 persen.

“APBN kita itu memang didesain pertama, prinsip prudent. Kemudian disiplin. Ketiga, fleksibel. Prudent dan disiplin, kita memastikan bahwa defisit kita di bawah 3 persen. Debt to GDP ratio sekitar 40 persen. Masih jauh lebih rendah dari di undang-undang 60 persen,” kata Wamenkeu, dikutip dari siaran pers, Selasa (3/3/2026).

Wamenkeu mengungkapkan bahwa aspek fleksibilitas memberikan ruang bagi pemerintah untuk menggunakan cadangan fiskal dalam menghadapi gejolak global, baik yang berdampak pada sisi belanja maupun penerimaan negara.

“Fleksibel artinya termasuk jika terjadi shock yang bersumber dari global. Maka ada buffer, ada cadangan fiskal yang dapat digunakan untuk memberikan bantalan terhadap gejolak-gejolak itu,” lanjut dia.

Terkait kenaikan harga minyak dan potensi pelemahan rupiah, Wamenkeu mengatakan bahwa Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test terhadap berbagai skenario global. Dalam nota keuangan, pemerintah juga mencantumkan analisis sensitivitas terhadap berbagai indikator makro.

Wamenkeu menjelaskan setiap kenaikan USD1 pada Indonesian Crude Price (ICP) berpotensi menambah defisit sekitar Rp 6,8 triliun. Sementara pelemahan Rp100 terhadap dolar AS berdampak sekitar Rp 0,8 triliun terhadap defisit, dan kenaikan yield 0,1 persen berpotensi menambah beban sekitar Rp 1,9 triliun.

Meski demikian, hasil stress test pada skenario yang dinilai cukup plausible menunjukkan defisit tetap terjaga.

baca juga

“Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah 3 persen, debt over GDP juga masih terjaga,” imbuhnya.

Dari sisi pembiayaan, Kementerian Keuangan juga terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan guna memperkuat ketahanan fiskal. Jika sebelumnya pembiayaan global didominasi dolar AS, kini pemerintah memperluas basis investor dan mata uang.

“Minggu lalu kami, Kemenkeu baru saja menerbitkan global bonds sejumlah USD4,5 miliar equivalent tapi dalam mata uang Euro dan Renminbi. Dan itu harganya masih sangat bagus, yield-nya masih sangat bagus. Untuk Renminbi antara 2-3 persen dan untuk Euro itu 4-5 persen. Ini ukurannya ini masih sangat bagus sekali untuk pasar global kita,” beber dia.

Di sisi investasi, pemerintah telah memasukkan proyeksi investasi asing dalam skenario pertumbuhan ekonomi. Selain itu, peran investasi domestik kini juga diperkuat melalui entitas baru pemerintah, yakni Danantara.

“Danantara ini sekarang memiliki peran yang penting. Kalau dulu investasi yang dilakukan oleh pemerintah akhirnya masuk di APBN, sekarang kan ada di Danantara. Danantara sekarang part of macroeconomic management dari Indonesia,” jelas Wamenkeu.

Wamenkeu mengatakan bahwa saat ini pemerintah lebih memfokuskan belanja APBN pada konsumsi pemerintah dan penguatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Selain itu, pembiayaan investasi semakin banyak dilakukan melalui Danantara serta dukungan investasi luar negeri. Dengan berbagai instrumen tersebut, Wamenkeu optimistis keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara tetap dapat dijaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel

Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 22:07 WIB

Dihantam Rudal Iran, Hotel Mewah Rp5,4 T di Dubai Dibombardir Review Bintang 1

Dihantam Rudal Iran, Hotel Mewah Rp5,4 T di Dubai Dibombardir Review Bintang 1

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:08 WIB

Aksi Solidaritas Untuk Iran di Kedubes Amerika

Aksi Solidaritas Untuk Iran di Kedubes Amerika

Foto | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:57 WIB

Dunia di Ambang Perang Dunia III, Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Dunia di Ambang Perang Dunia III, Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Liks | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:41 WIB

Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab

Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:40 WIB

Kilas Balik Duel Iran vs Amerika Serikat di Piala Dunia 1998, Mawar Putih Jadi Simbol Perdamaian

Kilas Balik Duel Iran vs Amerika Serikat di Piala Dunia 1998, Mawar Putih Jadi Simbol Perdamaian

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:33 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×