Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:03 WIB
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pengamat ekonomi Agus Trihatmoko menyatakan sektor properti penting karena menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung.
  • Manfaat ekonomi properti harus terbuka dan inklusif, menghindari dominasi tunggal atau sentralistik dalam pengelolaannya.
  • Desain pembangunan properti harus adaptif sesuai kondisi wilayah, seperti hunian vertikal di kota besar dan terintegrasi lokal di pedesaan.

Suara.com - Sektor properti masih dipandang sebagai salah satu penggerak penting ekonomi nasional. Namun, dampak ekonominya dinilai sangat bergantung pada pola pengelolaan yang terbuka serta tidak menimbulkan dominasi tunggal dalam rantai bisnisnya.

Pengamat ekonomi, Agus Trihatmoko, menilai pembangunan perumahan memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor.

Efeknya tidak hanya terasa pada tahap pembangunan fisik, tetapi juga menjalar ke berbagai industri pendukung.

“Proses pembangunan menyerap tenaga kerja langsung, mulai dari manajemen proyek, administrasi, hingga pekerja konstruksi. Secara tidak langsung, rantai pasok seperti produsen semen, baja, kayu, transportasi, hingga jasa logistik juga terdampak,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, setiap proyek pembangunan perumahan pada dasarnya menciptakan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi. Mulai dari kebutuhan bahan bangunan hingga jasa transportasi dan distribusi, seluruhnya ikut bergerak ketika proyek properti berjalan.

Agus mengatakan karakter sektor properti yang padat karya menjadikannya salah satu sektor strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi. Setiap unit rumah yang dibangun, menurutnya, dapat dihitung kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

Ilustrasi properti perumahan. [Unsplash]
Ilustrasi properti perumahan. [Unsplash]

Karena itu, sektor properti kerap menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan aktivitas usaha di sektor lain.

Meski demikian, ia mengingatkan manfaat ekonomi dari pembangunan properti harus tersebar luas dan tidak hanya dinikmati oleh satu kelompok usaha tertentu.

“Dampak terhadap pemerataan dan pertumbuhan ekonomi bisa sangat signifikan dari program sektor properti, sepanjang manajemen pembangunannya inklusif. Artinya, tidak sentralistik dan tidak monopolistik, serta melibatkan banyak pelaku usaha,” katanya.

baca juga

Menurut Agus, desain pembangunan kawasan juga perlu menyesuaikan karakter wilayah. Di kota-kota besar dengan keterbatasan lahan, model hunian vertikal dianggap lebih rasional untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sekaligus menjaga efisiensi ruang.

Sementara itu, di wilayah pedesaan maupun kawasan pesisir, pendekatan pembangunan dinilai perlu lebih dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga sekitar.

Ia mencontohkan pengembangan Pantai Indah Kapuk 2 sebagai salah satu ilustrasi kawasan yang berkembang dari fungsi hunian menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Kehadiran fasilitas komersial, infrastruktur, dan konektivitas membuat kawasan tersebut tumbuh lebih dari sekadar area permukiman.

Agus menilai, selama pembangunan kawasan dilakukan secara kolaboratif dan berbasis potensi lokal, sektor properti tetap berpotensi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:45 WIB

Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital

Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:45 WIB

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 13:58 WIB

Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.

Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14 WIB

Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga

Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:57 WIB

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:55 WIB

Terkini

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

×