Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:03 WIB
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pengamat ekonomi Agus Trihatmoko menyatakan sektor properti penting karena menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung.
  • Manfaat ekonomi properti harus terbuka dan inklusif, menghindari dominasi tunggal atau sentralistik dalam pengelolaannya.
  • Desain pembangunan properti harus adaptif sesuai kondisi wilayah, seperti hunian vertikal di kota besar dan terintegrasi lokal di pedesaan.

Suara.com - Sektor properti masih dipandang sebagai salah satu penggerak penting ekonomi nasional. Namun, dampak ekonominya dinilai sangat bergantung pada pola pengelolaan yang terbuka serta tidak menimbulkan dominasi tunggal dalam rantai bisnisnya.

Pengamat ekonomi, Agus Trihatmoko, menilai pembangunan perumahan memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor.

Efeknya tidak hanya terasa pada tahap pembangunan fisik, tetapi juga menjalar ke berbagai industri pendukung.

“Proses pembangunan menyerap tenaga kerja langsung, mulai dari manajemen proyek, administrasi, hingga pekerja konstruksi. Secara tidak langsung, rantai pasok seperti produsen semen, baja, kayu, transportasi, hingga jasa logistik juga terdampak,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, setiap proyek pembangunan perumahan pada dasarnya menciptakan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi. Mulai dari kebutuhan bahan bangunan hingga jasa transportasi dan distribusi, seluruhnya ikut bergerak ketika proyek properti berjalan.

Agus mengatakan karakter sektor properti yang padat karya menjadikannya salah satu sektor strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi. Setiap unit rumah yang dibangun, menurutnya, dapat dihitung kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

Ilustrasi properti perumahan. [Unsplash]
Ilustrasi properti perumahan. [Unsplash]

Karena itu, sektor properti kerap menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan aktivitas usaha di sektor lain.

Meski demikian, ia mengingatkan manfaat ekonomi dari pembangunan properti harus tersebar luas dan tidak hanya dinikmati oleh satu kelompok usaha tertentu.

“Dampak terhadap pemerataan dan pertumbuhan ekonomi bisa sangat signifikan dari program sektor properti, sepanjang manajemen pembangunannya inklusif. Artinya, tidak sentralistik dan tidak monopolistik, serta melibatkan banyak pelaku usaha,” katanya.

Menurut Agus, desain pembangunan kawasan juga perlu menyesuaikan karakter wilayah. Di kota-kota besar dengan keterbatasan lahan, model hunian vertikal dianggap lebih rasional untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sekaligus menjaga efisiensi ruang.

Sementara itu, di wilayah pedesaan maupun kawasan pesisir, pendekatan pembangunan dinilai perlu lebih dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga sekitar.

Ia mencontohkan pengembangan Pantai Indah Kapuk 2 sebagai salah satu ilustrasi kawasan yang berkembang dari fungsi hunian menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Kehadiran fasilitas komersial, infrastruktur, dan konektivitas membuat kawasan tersebut tumbuh lebih dari sekadar area permukiman.

Agus menilai, selama pembangunan kawasan dilakukan secara kolaboratif dan berbasis potensi lokal, sektor properti tetap berpotensi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:45 WIB

Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital

Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:45 WIB

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 13:58 WIB

Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.

Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14 WIB

Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga

Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:57 WIB

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB