Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:03 WIB
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pengamat ekonomi Agus Trihatmoko menyatakan sektor properti penting karena menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung.
  • Manfaat ekonomi properti harus terbuka dan inklusif, menghindari dominasi tunggal atau sentralistik dalam pengelolaannya.
  • Desain pembangunan properti harus adaptif sesuai kondisi wilayah, seperti hunian vertikal di kota besar dan terintegrasi lokal di pedesaan.

Suara.com - Sektor properti masih dipandang sebagai salah satu penggerak penting ekonomi nasional. Namun, dampak ekonominya dinilai sangat bergantung pada pola pengelolaan yang terbuka serta tidak menimbulkan dominasi tunggal dalam rantai bisnisnya.

Pengamat ekonomi, Agus Trihatmoko, menilai pembangunan perumahan memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor.

Efeknya tidak hanya terasa pada tahap pembangunan fisik, tetapi juga menjalar ke berbagai industri pendukung.

“Proses pembangunan menyerap tenaga kerja langsung, mulai dari manajemen proyek, administrasi, hingga pekerja konstruksi. Secara tidak langsung, rantai pasok seperti produsen semen, baja, kayu, transportasi, hingga jasa logistik juga terdampak,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, setiap proyek pembangunan perumahan pada dasarnya menciptakan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi. Mulai dari kebutuhan bahan bangunan hingga jasa transportasi dan distribusi, seluruhnya ikut bergerak ketika proyek properti berjalan.

Agus mengatakan karakter sektor properti yang padat karya menjadikannya salah satu sektor strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi. Setiap unit rumah yang dibangun, menurutnya, dapat dihitung kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

Ilustrasi properti perumahan. [Unsplash]
Ilustrasi properti perumahan. [Unsplash]

Karena itu, sektor properti kerap menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan aktivitas usaha di sektor lain.

Meski demikian, ia mengingatkan manfaat ekonomi dari pembangunan properti harus tersebar luas dan tidak hanya dinikmati oleh satu kelompok usaha tertentu.

“Dampak terhadap pemerataan dan pertumbuhan ekonomi bisa sangat signifikan dari program sektor properti, sepanjang manajemen pembangunannya inklusif. Artinya, tidak sentralistik dan tidak monopolistik, serta melibatkan banyak pelaku usaha,” katanya.

baca juga

Menurut Agus, desain pembangunan kawasan juga perlu menyesuaikan karakter wilayah. Di kota-kota besar dengan keterbatasan lahan, model hunian vertikal dianggap lebih rasional untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sekaligus menjaga efisiensi ruang.

Sementara itu, di wilayah pedesaan maupun kawasan pesisir, pendekatan pembangunan dinilai perlu lebih dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga sekitar.

Ia mencontohkan pengembangan Pantai Indah Kapuk 2 sebagai salah satu ilustrasi kawasan yang berkembang dari fungsi hunian menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Kehadiran fasilitas komersial, infrastruktur, dan konektivitas membuat kawasan tersebut tumbuh lebih dari sekadar area permukiman.

Agus menilai, selama pembangunan kawasan dilakukan secara kolaboratif dan berbasis potensi lokal, sektor properti tetap berpotensi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:45 WIB

Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital

Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:45 WIB

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 13:58 WIB

Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.

Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14 WIB

Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga

Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:57 WIB

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

×