Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.561,329
LQ45 749,027
Srikehati 347,294
JII 525,953
USD/IDR 17.184

Megawati Soekarnoputri Muncul di Daftar Pemegang Saham Sentul City (BKSL), Kempit 1,97 Miliar Lembar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:44 WIB
Megawati Soekarnoputri Muncul di Daftar Pemegang Saham Sentul City (BKSL), Kempit 1,97 Miliar Lembar
Presiden ke-5 RI, Hj Megawati Taufiq, tercatat menguasai 1,97 miliar lembar saham atau setara dengan 1,18% porsi kepemilikan di BKSL. Foto PDIP
  • Megawati Soekarnoputri tercatat memiliki 1,18% saham di PT Sentul City Tbk (BKSL).
  • Government of Norway turut mendekap 1,16% saham BKSL per Februari 2026.
  • BEI buka data pemilik saham 1% demi penuhi standar indeks global MSCI & FTSE.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai melakukan langkah berani dengan "buka-bukaan" data kepemilikan saham hingga 1 persen. Hasilnya cukup mengejutkan dimana sejumlah nama tokoh nasional hingga institusi global terdeteksi mendekam di deretan emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL).

Berdasarkan data kepemilikan saham per 27 Februari 2026, nama Presiden ke-5 RI, Hj Megawati Taufiq, tercatat menguasai 1,97 miliar lembar saham atau setara dengan 1,18% porsi kepemilikan di BKSL.

Kemunculan nama Ketua Umum PDI Perjuangan ini menjadi sorotan di tengah kebijakan baru bursa yang kini merinci pemilik saham mulai dari ambang batas (threshold) 1%. Selama ini, publik hanya bisa memantau pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%.

Tak hanya nama Megawati, BKSL juga tercatat dihuni oleh pengelola dana pensiun terbesar di dunia, Government of Norway. Institusi asal Norwegia tersebut menggenggam 1,94 miliar saham atau sekitar 1,16%.

Untuk posisi pengendali, PT Sakti Generasi Perdana masih menjadi penguasa mutlak dengan kepemilikan raksasa mencapai 109,462 miliar saham atau setara 65,27%.

Daftar pemegang saham signifikan lainnya di BKSL meliputi:

  1. Stella Isabella Djohan: 11,23 miliar saham (6,70%).
  2. PT Samuel Sekuritas Indonesia: 9,24 miliar saham (5,51%).
  3. PT Bukit Wahana Gemilang: 3,60 miliar saham (2,15%).

Langkah BEI "menguliti" data investor ini bukan tanpa alasan. Transparansi radikal ini merupakan bagian dari upaya pembenahan agar pasar modal Indonesia memenuhi standar indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).

Reformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap akuntabilitas dan keterbukaan informasi emiten di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Banyak Orang Terjebak 'Mimpi Jadi Kaya' di Ponsel? Detektif Jubun Buka Suara

Mengapa Banyak Orang Terjebak 'Mimpi Jadi Kaya' di Ponsel? Detektif Jubun Buka Suara

Lifestyle | Kamis, 05 Maret 2026 | 21:45 WIB

Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei

Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 20:19 WIB

Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran

Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:51 WIB

Terkini

Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini

Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:40 WIB

Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY

Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:31 WIB

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:07 WIB

MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau

MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 11:37 WIB

Industri Hulu Migas Perkuat Kontribusi, Dorong Penguatan Kapasitas Nasional

Industri Hulu Migas Perkuat Kontribusi, Dorong Penguatan Kapasitas Nasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 11:18 WIB

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:43 WIB

Pegadaian Borong 2 Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Pegadaian Borong 2 Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:39 WIB

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:36 WIB

Tarif Listrik Terbaru Semua Golongan Mulai April 2026

Tarif Listrik Terbaru Semua Golongan Mulai April 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:28 WIB