Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Dihajar Perang AS-Iran, Hampir Tembus Rp 17.000/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 09 Maret 2026 | 17:10 WIB
Rupiah Dihajar Perang AS-Iran, Hampir Tembus Rp 17.000/USD
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah melemah pada penutupan Senin, 9 Maret 2026, ditutup di Rp 16.949 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen geopolitik global yang mendorong peningkatan sikap risk off pasar.
  • Meskipun Bank Indonesia telah melakukan intervensi, pelemahan rupiah diperkirakan berlanjut selama konflik geopolitik berlangsung.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus melanjutkan pelemahan pada penutupan Senin, 9 Maret 2026 . Bahkan mata uang Garuda sempat tembus ke level Rp 17.017 pada pembukaan pagi tadi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Spot ditutup Rp 16.949 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mata uang Indonesia pun melemah 0,14 persen dibanding penutupan pada Jumat (6/3/2026) yang berada di level Rp 16.992 per dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.974 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah disebabkan imbas sentimen geo politik yang masih memanas.

"Iya, geopolitik yg memicu sentimen risk off besar," kata dia saat dihubungi Suara.com.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

Meskipun, Bank Indonesia (BI) sudah melakukan intervensi belum bisa membuat rupiah bangkit. Bahkan pelemahan rupiah masih akan terus berlangsung lama.

"BI ada intervensi sehingga mengurangi perlemahan. Rupiah akan terus tertekan selama perang masih berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, mayoritas mata uang kompak melemah terhadap dolar AS sore ini. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,81 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,66 persen.

Lalu rupee India melemah 0,58 persen, baht Thailand melemah 0,56 persen, won Korea melemah 0,52 persen.

Diikuti ringgit Malaysia melemah 0,42 persen, yen Jepang melemah 0,38 persen. Dolar Singapura melemah 0,21 persen, yuan China melemah 0,15 persen

Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS sore ini dengan kenaikan 0,12 persen.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 99,27, naik dari akhir pekan lalu yang ada di 98,98.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:41 WIB

Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017

Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:07 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB