Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bahlil Ungkap Progres Mandatori B50 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 11 Maret 2026 | 08:32 WIB
Bahlil Ungkap Progres Mandatori B50 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Antara]
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan program mandatori B50 masih dalam tahap uji coba.
  • Mandatori B50 adalah pencampuran 50 persen BBN pada solar, didorong kenaikan harga minyak dunia.
  • Pemerintah mencari alternatif energi domestik guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap progres program mandatori B50 yang awalnya direncanakan akan mulai berlaku pada semester II 2026. Bahlil menyebut bahwa program tersebut masih dalam proses uji coba.

"Kita B50 sekarang masih dalam uji coba. Nanti di semester IU uji cobanya sudah selesai," kata Bahlil.

Bahlil menilai rencana mandatori B50 sejalan dengan situasi harga minyak dunia yang melonjak akibat perang yang terjadi di Timur Tengah. Mandatori B50 merupakan pencampuran bahan bakar nabati (BBN) ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan komposisi masing-masing 50 persen.

"Ini juga ada hikmahnya, karena kita diberikan karunia oleh Allah, kita mempunyai CPO (minyak sawit). Supaya kalau kemudian kejadian ini (perang) terus terjadi, ya kita tingkatkan ke B50, bisa ke B60 atau sebagian kita switch untuk ke bensin," sebut Bahlil.

Disebutnya di tengah situasi saat ini, pemerintah harus mencari alternatif demi memastikan ketahanan energi nasional.

"Karena ini kan kita mencari akal semuanya, dengan memakai semua sumber-sumber energi domestik, untuk kita memperkuat sebagai bagian dari pada ketahanan energi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Harga minyak global sempat menembus level 100 dolar AS per barel sebelum akhirnya melandai di atas 80 dolar AS per barel.

Angka tersebut melampaui asumsi harga minyak mentah (ICP) dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel. Selisih harga tersebut yang berpotensi membebani anggaran subsidi BBM nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 14:47 WIB

Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang

Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:54 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:44 WIB

Harga Minyak Dunia Naik 68 Persen, Defisit APBN Ambrol Tembus Batas Aman?

Harga Minyak Dunia Naik 68 Persen, Defisit APBN Ambrol Tembus Batas Aman?

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 07:15 WIB

Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan

Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:33 WIB

Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!

Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB