- Kajian LPEM FEB UI mengestimasi kontribusi AMMAN terhadap PDB nasional sebesar Rp173,4 triliun selama 2018–2024.
- Aktivitas AMMAN juga menciptakan efek pengganda sosial ekonomi, meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mengurangi kemiskinan.
- Kontribusi fiskal total AMMAN mencapai Rp39,05 triliun dan menghasilkan penghematan devisa bersih USD7,66 miliar selama periode kajian.
Suara.com - Aktivitas pertambangan yang dijalankan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) disebut memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Hal ini terungkap dalam kajian yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).
Dalam kajian bertajuk 'Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN)', LPEM FEB UI mengestimasi kontribusi kegiatan pertambangan, pembangunan smelter, dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN terhadap perekonomian nasional dan daerah sepanjang periode 2018 hingga 2024.
Kajian tersebut menggunakan pendekatan economic multiplier berbasis Inter-Regional Input-Output (IRIO) untuk mengukur dampak ekonomi dari belanja investasi, operasional, dan program pemberdayaan masyarakat AMMAN terhadap perekonomian nasional dan daerah.
Pendekatan ini tidak hanya menghitung dampak langsung seperti belanja barang dan jasa kepada kontraktor, pemasok atau sektor lain yang berkaitan dengan usaha AMMAN, tetapi juga dampak tidak langsung yaitu aktivitas ekonomi yang muncul ketika para pemasok berproduksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Melalui keterkaitan antar sektor dan antar wilayah, rangkaian aktivitas ini menciptakan efek berganda tidak hanya di wilayah lokasi AMMAN namun juga keterkaitannya dengan wilayah lainnya.
Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas AMMAN memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan output, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, serta penguatan posisi fiskal dan neraca eksternal Indonesia.
Sepanjang periode kajian, kontribusi AMMAN terhadap pembentukan PDB nasional mencapai Rp 173,4 triliun, atau rata-rata Rp24,8 triliun per tahun, setara sekitar 0,13 persen dari PDB Atas Dasar Harga Berlaku nasional tahun 2024.
Selain kontribusi makro, kajian juga menunjukkan dampak sosial ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Menurut Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, Uka Wikarya, kegiatan usaha AMMAN berperan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.
Ia memaparkan, temuan kajian menunjukkan bahwa kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angka-angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Kegiatan operasional AMMAN menciptakan rangkaian efek berganda yang luas.
Misalnya, kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan turut menghidupkan usaha para petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal.
"Begitu pula dengan kebutuhan logistik dan jasa lainnya yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah. Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu AMMAN berdampak dengan skala luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat," ujar Uka di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Kajian tersebut juga mencatat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan pendapatan rumah tangga sebesar Rp67,6 triliun selama periode kajian.
Peningkatan pendapatan ini turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan nasional sebesar 0,024 hingga 0,098 poin persentase atau sekitar 80 ribu hingga 206 ribu orang, serta penurunan tingkat pengangguran nasional sebesar 0,012 hingga 0,069 poin persentase atau sekitar 29 ribu hingga 90 ribu orang. Pada sisi fiskal, AMMAN juga memberikan kontribusi yang substansial terhadap penerimaan negara.
Sepanjang periode 2018 hingga 2024, total kontribusi fiskal perusahaan, baik pembayaran langsung ke kas negara maupun tidak langsung oleh wajib pajak yang terdampak aktivitas AMMAN, mencapai Rp 39,05 triliun.
Kontribusi tersebut mencakup pembayaran pajak, royalti, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta peningkatan penerimaan fiskal dari sektor-sektor terkait. Dari perspektif eksternal, aktivitas ekspor AMMAN juga berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap neraca pembayaran Indonesia.
Total ekspor perusahaan mencapai USD10,29 miliar selama periode kajian, yang menghasilkan penghematan devisa bersih sebesar USD 7,66 miliar, atau rata-rata USD 1,09 miliar per tahun. Temuan ini mengindikasikan peran AMMAN dalam memperkuat stabilitas eksternal dan cadangan devisa Indonesia.
Dalam aspek ketenagakerjaan, aktivitas AMMAN rata-rata menghasilkan sekitar 55 ribu lapangan kerja per tahun secara nasional. Angka ini bahkan mencapai puncaknya pada tahun 2024 dengan lebih dari 105 ribu kesempatan kerja.
Ke depan, LPEM FEB UI menilai beroperasinya smelter tembaga AMMAN diharapkan dapat semakin meningkatkan nilai tambah domestik serta memperkuat hilirisasi industri mineral nasional.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan penguatan ekosistem industri hilir, AMMAN dinilai berpotensi menjadi salah satu pendorong struktur ekonomi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.