Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Dibuka Berbalik Menguat ke 7.398, Tapi Ancaman Koreksi Masih Mengintai

Achmad Fauzi

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:12 WIB
IHSG Dibuka Berbalik Menguat ke 7.398, Tapi Ancaman Koreksi Masih Mengintai
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
baca 10 detik
  • IHSG berbalik menguat 0,13 persen mencapai level 7.398 pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026 pagi hari.
  • Kondisi pasar diprediksi melemah akibat ketegangan Timur Tengah, mendorong kenaikan harga minyak dunia signifikan.
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 730 miliar pada sesi perdagangan sebelumnya di BEI.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026. IHSG menguat 0,13 persen ke level 7.398.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, IHSG masih menghijau dengan naik 0,33 persen ke level 7.413.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,13 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 586,7 miliar, serta frekuensi sebanyak 84.68 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 251 saham bergerak naik, sedangkan 229 saham mengalami penurunan, dan 478 saham tidak mengalami pergerakan.

Pekerja memfoto layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pekerja memfoto layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, CSMI, ALKA, DMND, OILS, KUAS, UANG, RUNS, PACK, GTBO, PGJO, TOOL.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, DEFI, UDNG, PLAN, NETV, OBAT, BOGA, MANG, FITT, PTMP, SBMA.

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan masih bergerak melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Tekanan pasar dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia dan membuat investor cenderung berhati-hati.

Berdasarkan riset BNI Sekuritas, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,69 persen. Pelemahan indeks juga diiringi aksi jual bersih investor asing yang tercatat sekitar Rp 730 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain BBCA, BUMI, BBRI, DEWA, dan TINS.

baca juga

"Secara teknikal, IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini," tulis riset BNI Sekuritas.

BNI Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG berada pada area support di kisaran 7.180 hingga 7.300. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di rentang 7.450 hingga 7.500.

Dari sentimen global, mayoritas indeks saham di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/3). Tekanan datang dari melonjaknya harga minyak setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,61 persen dan S&P 500 melemah tipis 0,08 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite masih mampu menguat 0,08 persen.

Lonjakan harga minyak juga cukup signifikan. West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik lebih dari 4 persen ke level USD 87,25 per barel. Sementara Brent Crude melonjak sekitar 4,8 persen ke posisi US$91,98 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia. Laporan menyebutkan pasukan Amerika Serikat menenggelamkan sejumlah kapal Iran yang diduga menebar ranjau laut di wilayah tersebut.

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan inflasi masih relatif terkendali. Indeks harga konsumen (CPI) AS pada Februari tercatat naik 2,4 persen secara tahunan atau sesuai dengan ekspektasi pasar.

Pergerakan bursa Asia juga cenderung bervariasi seiring investor mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,43 persen dan Kospi Korea Selatan naik 1,40 persen. Sementara indeks Hang Seng Hong Kong justru melemah 0,24 persen.

BNI Sekuritas pun merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini, antara lain ARKO, MEDC, UNTR, GOTO, ADRO, dan CDIA.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK: Pasar Saham Domestik Stabil, Asing Masih Beli

OJK: Pasar Saham Domestik Stabil, Asing Masih Beli

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:16 WIB

IHSG Tergelincir ke 7.389, Konflik Perang Iran-AS Bikin Investor Waspada

IHSG Tergelincir ke 7.389, Konflik Perang Iran-AS Bikin Investor Waspada

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:06 WIB

Profil PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Profil PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×