Suara.com - Dalam ekosistem telekomunikasi Indonesia, nama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk atau INET telah mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci di balik layar.
Didirikan sejak tahun 2016, perusahaan ini beroperasi sebagai penyedia infrastruktur teknologi yang menjadi tulang punggung bagi banyak penyedia layanan internet lainnya.
Berbeda dengan ISP yang langsung menyasar konsumen rumah tangga secara umum, INET membangun kekuatannya pada model bisnis Business-to-Business (B2B). Perusahaan ini menyediakan jasa telekomunikasi terintegrasi yang mencakup:
- Penyewaan Jaringan Serat Optik (Fiber Optic): Menyediakan infrastruktur kabel bawah tanah yang andal untuk transmisi data.
- Layanan Pusat Data & Interkoneksi: Mengelola koneksi dari backbone hingga ke titik ujung antar pusat data.
- IP Transit & Local Loop: Memberikan akses lokal dan internasional melalui kerja sama strategis dengan berbagai mitra global.
- Managed Service & Kolokasi: Melayani pengelolaan perangkat teknis seperti router dan switch milik klien, serta penyewaan ruang penyimpanan data.
Saat ini, layanan INET telah menjangkau 12 kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Medan, hingga Samarinda dan Bali, dengan didukung oleh 13 Point of Presence (PoP) yang tersebar strategis.
Kepemilikan Saham
Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2023 melalui skema Initial Public Offering (IPO), kepemilikan saham INET tetap didominasi oleh entitas pengendali yang kuat. Berdasarkan data terbaru per Februari hingga Maret 2026:
PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN): Bertindak sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan di kisaran 57,99% hingga 59,56%.
Adhie M. Massardi: Merupakan pemilik utama sekaligus penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner) dari perseroan.

Masyarakat (Publik): Memiliki porsi kepemilikan yang bergerak dinamis antara 20% hingga 36%, menyesuaikan dengan aksi korporasi terbaru.
Baca Juga: IHSG Semakin Terpuruk, 717 Saham Kebakaran
Manajemen perusahaan dipimpin oleh jajaran profesional berpengalaman, dengan Setyanto Hantoro menjabat sebagai Komisaris Utama dan Muhammad Arif sebagai Direktur Utama.
Dalam menjalankan operasionalnya, INET diperkuat oleh dua pilar anak usaha:
PT Data Prima Solusindo: Fokus melayani sektor pemerintahan, ritel, logistik, dan proyek khusus.
PT Pusat Fiber Indonesia: Berfokus pada pembangunan dan penyediaan infrastruktur konektivitas berbasis serat optik.
Kredibilitas INET tercermin dari daftar klien kakap yang mereka tangani, di antaranya adalah raksasa telekomunikasi seperti Linknet, Moratelindo, Indonet, Angkasa Pura Sarana Digital, hingga anak usaha dari Solusi Sinergi Digital (Weave).
Kontributor : Rizqi Amalia