Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Permata Bank Raup Laba Rp3,6 Triliun, Segini Bocoran Dividen

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2026 | 08:29 WIB
Permata Bank Raup Laba Rp3,6 Triliun, Segini Bocoran Dividen
Permata Bank
  • Permata Bank mencatat total pendapatan Rp12,6 triliun dan laba bersih Rp3,6 triliun sepanjang tahun 2025.
  • Pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan signifikan Pendapatan Non Bunga sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.
  • Aset bank mencapai Rp268,3 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit 5,5 persen menjadi Rp163,3 triliun.

Suara.com - Permata Bank mencatatkan kinerja positif hingga akhir tahun 2025. Adapun, pertumbuhan total pendapatan sebesar 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun.

Selain itu, laba bersih sebesar Rp3,6 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut tumbuh tipis 0,6 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang juga berada di kisaran Rp3,6 triliun.

Direktur Keuangan Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan yang signifikan dari Pendapatan Non Bunga sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.

"Kinerja tersebut turut mendorong pencapaian Laba Setelah Pajak sebesar Rp3,6 triliun," katanya di Gedung Bank Permata, Kamis (12/3/2026).

Sementara itu mengenai dividen, perusahaan akan memastikan memberikannya dengan stabil. Nantinya, pengumumannya akan diungkapkan pada 7 April mendatang.

"Dividen tahun 2025 saya tidak bisa karena harus menunggu keputusan dari RUPS yang akan kita laksanakan di tanggal 7 April. Jadi mungkin tunggu tanggal mainnya di situ ya. Tapi mungkin yang bisa saya tambahkan adalah dari sisi strategi pemberian dividen pun sebenarnya kita akan terus memastikan bahwa pemberian itu adalah stabil dan sustain ya seperti tahun-tahun yang sebelumnya," jelasnya.

Ilustrasi menggunakan Smartphone. (Pexels)
Ilustrasi menggunakan Smartphone. (Pexels)

Di sisi neraca, total aset Bank meningkat 3,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp268,3 triliun. Sedangkan, simpanan nasabah tumbuh 3,9 persen menjadi Rp192,8 triliun, didukung oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1 persen. Sehingga, rasio CASA meningkat menjadi 63,9 persen.

Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, Permata Bank tetap menjaga kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat 84,5 persen.

Selain itu, rasio likuiditas Basel III berada jauh di atas batas minimum dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata 296,5 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 126,8 persen.

Struktur permodalan Bank juga sangat solid, dengan rasio CAR sebesar 34,6 persen dan CET-1 sebesar 26,6 persen menjadikannya salah satu yang terkuat di antara bank-bank umum komersial terbesar di Indonesia.

Penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen YoY menjadi Rp163,3 triliun, dengan kontribusi utama dari segmen korporasi yang meningkat 11,2 persen YoY menjadi Rp99,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga stabil dengan rasio NPL Gross di level 2,1 persen dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen.

Bank juga mempertahankan tingkat pencadangan yang konservatif dengan rasio NPLCoverage sebesar 356 persen dan LAR Coverage sebesar 118 persen.

Lalu, secara proaktif melakukan restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset untuk penyelesaian kredit bermasalah.

Kontribusi Permata Bank Unit Usaha Syariah juga menunjukkan kinerja positif. Sepanjang tahun 2025, Permata Bank Unit Usaha Syariah mencatat Laba Operasional sebelum Provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1 persen YoY.

Pertumbuhan ini didukung dengan Pendapatan Setelah Distribusi Bagi Hasil yang tumbuh mencapai 6,4 persen YoY dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:06 WIB

Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya

Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:41 WIB

OCBC Raup Laba Rp5,1 Triliun di Tahun 2025, Ini Penyumbang Terbesar

OCBC Raup Laba Rp5,1 Triliun di Tahun 2025, Ini Penyumbang Terbesar

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 08:20 WIB

Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026

Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:54 WIB

Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun

Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:02 WIB

Saham RMKE Meroket 1.000%, Siap Cetak Laba Rp800 Miliar di Tengah Larangan Truk Batu Bara

Saham RMKE Meroket 1.000%, Siap Cetak Laba Rp800 Miliar di Tengah Larangan Truk Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB