Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Tren Hunian Sehat Pascapandemi Meningkat Versi World Economic Forum

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:45 WIB
Tren Hunian Sehat Pascapandemi Meningkat Versi World Economic Forum
Ilustrasi. Foto udara rumah khusus (rusus) yang sedang dibersihkan di Lubuk Buaya, Padang, Sumatera Barat, Jumat (5/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/bar]
  • 62% warga prioritas kesehatan; rumah sehat jadi tren investasi jangka panjang pascapandemi.
  • Waspada timbal pada cat & pipa; gunakan material non-toksin sesuai standar global (90 ppm).
  • Lingkungan aman krusial bagi anak; material bebas timbal cegah kerusakan otak & saraf.

Suara.com - Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat kini tak lagi sekadar soal pola makan dan olahraga. Survei terbaru World Economic Forum (WEF) mengungkapkan, 62% responden kini menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama pascapandemi, termasuk dalam urusan memilih hunian.

Arsitek dan Urban Designer, Adjie Negara, menekankan bahwa kualitas bangunan sangat memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik. "Bangunan harus memperhatikan sirkulasi silang dan elemen hijau sebagai stress relief. Namun, yang tak kalah krusial adalah pemilihan material yang bersentuhan langsung dengan penghuni," ujar Adjie.

Salah satu ancaman tersembunyi dalam material bangunan adalah timbal (lead). Unsur logam ini sering ditemukan pada pipa air hingga pigmen cat dekoratif. Padahal, WHO telah menetapkan ambang batas aman kandungan timbal di bawah 90 ppm.

Di Indonesia, tantangannya masih besar. Data Bank Dunia (2023) menyebut 44,8% masyarakat tinggal di rumah dengan cat berbasis timbal. "Pilihlah material yang lebih alami, misalnya cat water-based yang non-toksin," saran Adjie.

Dari sisi medis, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), mengingatkan bahwa lingkungan yang tidak sehat dapat merusak tumbuh kembang anak, terutama di masa eksplorasi. Debu cat yang mengandung timbal bisa terhirup atau tertelan saat anak bermain.

"Risikonya fatal, mulai dari kerusakan otak yang menurunkan kecerdasan hingga gangguan ginjal dan hipertensi pada orang dewasa jika terpapar jangka panjang," jelas dr. Reza.

Mengingat 90% waktu manusia dihabiskan di dalam ruangan, pemilihan material berstandar SNI menjadi investasi kesehatan yang tak ternilai. Momentum renovasi, seperti menjelang Lebaran, menjadi saat yang tepat bagi masyarakat untuk beralih ke material yang lebih aman dan bebas timbal demi masa depan keluarga yang lebih berkualitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Darurat Hunian, DPRD DKI Wanti-wanti Nasib Warga Terdampak Relokasi Normalisasi Sungai

Jakarta Darurat Hunian, DPRD DKI Wanti-wanti Nasib Warga Terdampak Relokasi Normalisasi Sungai

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 12:09 WIB

Mau Beli Rumah? Ini Alasan Kenapa Lewat Agen Properti Bisa Jadi Keputusan Paling Aman

Mau Beli Rumah? Ini Alasan Kenapa Lewat Agen Properti Bisa Jadi Keputusan Paling Aman

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:59 WIB

Tren Hunian Pet Friendly di Jakarta: Apa yang Harus Diperhatikan?

Tren Hunian Pet Friendly di Jakarta: Apa yang Harus Diperhatikan?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 05:25 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB