- Selama 9–13 Maret 2026, IHSG BEI terkoreksi 5,91 persen menjadi 7.137,212 akibat sentimen negatif pasar.
- Aktivitas perdagangan BEI melemah signifikan; volume, frekuensi, dan nilai transaksi harian mengalami penurunan drastis.
- BEI meluncurkan fitur Mode Syariah di IDX Mobile pada 9 Maret, sekaligus menyelenggarakan kegiatan kesetaraan gender pada 13 Maret.
Suara.com - Sepanjang periode perdagangan 9–13 Maret 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tekanan pada berbagai indikator utama. Koreksi ini terjadi di tengah dinamika pasar yang masih dibayangi oleh sentimen negatif dari para pelaku pasar.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resminya pada Minggu (15/3/2026), menyampaikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ditutup terkoreksi sebesar 5,91 persen.
Indeks parkir di level 7.137,212, turun dari posisi 7.585,687 pada penutupan pekan sebelumnya.
Sejalan dengan pelemahan tersebut, nilai kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penyusutan sebesar 6,96 persen, menjadi Rp12.678 triliun dari posisi pekan lalu sebesar Rp13.627 triliun.
Aktivitas perdagangan turut lesu, terlihat dari penurunan drastis pada seluruh indikator teknis:
- Volume Transaksi: Rata-rata harian merosot 25,49 persen menjadi 31,55 miliar lembar saham.
- Frekuensi Transaksi: Rata-rata harian turun 31,54 persen menjadi 1,87 juta kali.
- Nilai Transaksi: Rata-rata harian anjlok 31,10 persen menjadi Rp17,20 triliun.
Investor asing terpantau masih melakukan aksi jual, dengan net sell mencapai Rp117,17 miliar pada perdagangan Jumat (13/3).
Secara akumulatif sejak awal tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp8,85 triliun.
Inovasi Layanan: Peluncuran Mode Syariah di IDX Mobile
Di balik tekanan pasar, BEI terus melakukan inovasi untuk meningkatkan aksesibilitas investor. Pada Senin (9/3), BEI resmi meluncurkan fitur "Mode Syariah" pada aplikasi IDX Mobile.
Baca Juga: IHSG Ditutup Datar di Sesi I, Peluang Rebound Masih Ada
Peluncuran ini bertujuan menyediakan akses informasi investasi yang lebih transparan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Acara peluncuran tersebut dimeriahkan dengan talk show edukatif yang mengundang edukator finansial Khairani Pane serta perwakilan Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN–MUI), Ustaz Azharuddin Lathif, untuk membedah strategi investasi syariah yang tepat.
Tak hanya fokus pada operasional pasar, BEI juga menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial dengan menyelenggarakan kegiatan Ring The Bell for Gender Equality (RTBFGE) 2026 pada Kamis (13/3).
Mengusung tema "Kepemimpinan Perempuan untuk Ekonomi yang Adil dan Sejahtera", acara ini merupakan bagian dari kampanye global yang dilakukan oleh ratusan bursa efek di dunia.
Bekerja sama dengan UN Women, UN Global Compact Network Indonesia, IFC, dan IBCWE, acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu. Selain diskusi, kegiatan ini juga memfasilitasi sesi speed coaching bagi lebih dari 100 peserta dari dunia bisnis.