Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Ini Alasan Garuda Indonesia Terus Alami Kerugian

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2026 | 07:28 WIB
Ini Alasan Garuda Indonesia Terus Alami Kerugian
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia.(ist)
  • Garuda Indonesia menargetkan tahun 2026 sebagai fase *turnaround* kinerja didukung penguatan struktur permodalan dan operasional.
  • Pendapatan tahun buku 2025 turun menjadi 3,22 miliar dolar AS dan mencatat rugi bersih 319,39 juta dolar AS.
  • Perseroan berhasil mempositifkan ekuitas menjadi 91,9 juta dolar AS berkat dukungan *shareholder loan* dan *capital injection*.

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat fondasi transformasi bisnisnya dengan menargetkan tahun 2026 sebagai fase turnaround kinerja Perseroan. Hal ini seiring dengan pemulihan kapasitas produksi secara bertahap.

Perusahaan dengan kode emiten GIAA membeberkan penguatan struktur permodalan. Serta, inisiatif langkah perbaikan bisnis dan operasional sejalan dengan berbagai langkah strategis transformasi yang dicanangkan Garuda Indonesia Group.

Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 3,22 miliar dolar AS, atau turun 5,9 persen. Hal ini, dibandingkan tahun sebelumnya, seiring fase konsolidasi operasional untuk memperkuat fundamental bisnis.

"Tidak dapat dipungkiri penurunan kinerja Garuda Indonesia Group utamanya dipengaruhi oleh terbatasnya kapasitas produksi pada semester I 2025 dimana jumlah unserviceable aircraft masih menunggu scheduled maintenance," kata Direktur Utama Glenny Kairupan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (24/3/2026).

Adapun pada tahun ini Perseroan turut mencatatkan rugi bersih sebesar 319,39 juta dolar AS. Salah satunya, dipengaruhi oleh fluktuasi kurs, serta peningkatan biaya fixed cost seiring intensitas program pemulihan serviceability armada yang belum serviceable.

Garuda Indonesia Group terus memaksimalkan jumlah serviceable aircraft di akhir tahun 2025 menjadi sedikitnya 99 armada dari sebelumnya sekitar 84 armada per Juni 2025.

Adapun total unserviceable armada pada akhir tahun 2025 sebanyak 43 pesawat yang saat ini tengah dalam tahapan penyelesaian perawatan armada.

Di tengah tantangan optimalisasi kapasitas produksi tersebut, jumlah penumpang tercatat 21,2 juta, terkoreksi 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, tren tekanan kinerja Garuda Indonesia di tahun buku 2025 juga turut dipengaruhi oleh penurunan passenger yield, tekanan nilai tukar rupiah, serta tantangan rantai pasok industri aviasi global yang berdampak pada biaya dan proses perawatan.

Ke depan, dengan progres pemulihan armada dan implementasi transformasi yang konsisten, Garuda Indonesia optimis kapasitas produksi dan kinerja operasional akan membaik secara bertahap menuju fase pemulihan yang lebih solid.

Selaras dengan tantangan fundamental kinerja di tahun buku 2025, manajemen baru Garuda Indonesia yang ditunjuk Danantara di akhir kuartal IV 2025 memproyeksikan sejumlah fokus transformasi kinerja yang akan diakselerasikan di tahun kinerja 2026 ini.

Melalui dukungan pendanaan shareholder loan dan capital injection di tahun 2025 oleh Danantara, pada akhir tahun Perseroan berhasil mencatatkan perbaikan signifikan pada posisi ekuitas yang kembali positif sebesar 91,9 juta dolar AS per 31 Desember 2025, meningkat dari posisi tahun sebelumnya yang masih negatif 1,35 miliar dolar AS.

Dukungan Shareholder Loan (SHL) pada pertengahan 2025 serta capital injection pada akhir tahun 2025 dengan nilai keseluruhan sekitar Rp23,7 triliun, ditujukan untuk mendukung percepatan program perawatan dan reaktivasi armada, serta penyelesaian kewajiban Citilink kepada Pertamina.

Dari total dukungan tersebut, 64 persen atau sekitar Rp15 triliun dialokasikan kepada Citilink, sementara Garuda Indonesia memperoleh total alokasi sebesar Rp8,7 triliun untuk kebutuhan perawatan armada, yang masih terus berlangsung dan terus dioptimalkan hingga akhir tahun 2026.

Dengan kondisi tersebut, Garuda Indonesia mencatatkan kas dan setara kas sebesar 943,4 juta dolar AS pada akhir 2025, meningkat signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 219,1 juta dolar AS.

Arus kas tersebut yang akan dioptimalkan untuk memaksimal fundamental operasional Perusahaan kedepannya. Lebih lanjut, peningkatan ini turut mencerminkan perbaikan likuiditas perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas operasional serta mendukung berbagai langkah transformasi bisnis yang tengah dijalankan.

Fokus Intensifikasi Maintenance Dorong Pemulihan Kapasitas Produksi Bertahap

Kantor Penjualan Tiket Garuda Indonesia di BP BUMN.
Kantor Penjualan Tiket Garuda Indonesia di BP BUMN.

Dukungan pendanaan dari Danantara juga mulai memberikan dampak terhadap pemulihan kinerja operasional pada Semester II 2025, yang turut ditunjang oleh penyelesaian lebih dari 100 event maintenance dalam mengoptimalkan penguatan kapasitas produksi Garuda Indonesia Group.

Melalui dukungan pendanaan capital injection di akhir tahun 2025, Garuda Indonesia menargetkan sedikitnya di akhir tahun 2026 akan mengoperasikan sebanyak 68 serviceable aircraft, sedangkan Citilink menargetkan serviceable aircraft di akhir 2026 sebanyak 50 pesawat.

Langkah optimalisasi serviceable aircraft yang ada pada tahun 2026 akan diperkuat melalui proyeksi percepatan beberapa inisiatif strategis proses perawatan armada.

Inisiatif ini mencakup heavy maintenance airframe check pada armada Boeing 737-800NG, Boeing 777-300ER, serta Airbus A330. Selain itu, Perseroan juga menjalankan overhaul dan shop visit untuk komponen utama seperti engine, Auxiliary Power Unit (APU), dan landing gear guna memastikan performa armada tetap optimal.

11 Inisiatif Strategis Fase Transformasi Garuda Indonesia, 2026 Menjadi Fase Turnaround

Sebagai bagian dari transformasi jangka panjang, Perseroan juga menjalankan 11 inisiatif strategis utama yang mencakup (1) optimalisasi jaringan rute, (2) peningkatan kapasitas armada, (3) tranformasi digital platform (4) keunggulan revenue management (5) peningkatan monetisasi kargo, (6) optimalisasi pendapatan tambahan, (7) pembentukan aliansi strategis (8) peningkatan tata kelola biaya, (9) digitalisasi operasional, (10) sinergi struktur organisasi, (11) peningkatan pengalaman pelanggan.

Dengan berbagai langkah transformasi yang terus dijalankan secara disiplin dan terukur, Garuda Indonesia menempatkan tahun 2026 sebagai titik akselerasi pemulihan kinerja Perusahaan.

Penguatan fundamental bisnis yang telah dibangun sejak beberapa tahun terakhir menjadi landasan penting untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi, optimalisasi pendapatan, serta efisiensi operasional yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, melalui eksekusi transformasi yang konsisten, dukungan pemegang saham, serta penguatan kemitraan strategis di tingkat global, Garuda Indonesia optimistis dapat mempercepat langkah menuju fase turnaround yang lebih solid.

Tidak hanya itu, Garuda juga memperkuat perannya sebagai national flag carrier yang kompetitif, adaptif terhadap dinamika industri penerbangan global, serta mampu menghadirkan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026

Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:54 WIB

Profil Ari Askhara: Dirut Baru HUMI, Pernah Kena Kasus Penyelundupan

Profil Ari Askhara: Dirut Baru HUMI, Pernah Kena Kasus Penyelundupan

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:55 WIB

Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto

Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:18 WIB

Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini

Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:03 WIB

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 16:28 WIB

Miskomunikasi Rugikan Perusahaan USD 37 Miliar Setiap Tahunnya

Miskomunikasi Rugikan Perusahaan USD 37 Miliar Setiap Tahunnya

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB