- Presdir dan Preskom Astra Otoparts (AUTO) kompak mengundurkan diri.
- Hamdani Salim mundur usai jabat Presdir sejak 2013; Gidion Hasan sejak 2019.
- Perseroan segera gelar RUPS untuk putuskan permohonan pengunduran diri tersebut.
Suara.com - Tepat setelah euforia libur Lebaran usai, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengumumkan pengunduran diri dua pucuk pimpinannya sekaligus pada hari ini, Rabu (25/3/2026).
Langkah mundur ini melibatkan Hamdani Dzulkarnaen Salim yang menjabat sebagai Presiden Direktur, serta Gidion Hasan yang menduduki kursi Presiden Komisaris AUTO.
Manajemen emiten berkode saham AUTO tersebut mengungkapkan bahwa surat pengunduran diri keduanya telah diterima oleh perseroan sejak sepekan lalu, tepatnya pada 18 Maret 2026.
"Perseroan telah menerima permohonan pengunduran diri dari Bapak Hamdani Dzulkarnaen Salim sebagai Presiden Direktur dan Bapak Gidion Hasan sebagai Presiden Komisaris Perseroan melalui suratnya tanggal 18 Maret 2026," tulis Manajemen AUTO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026).
Mundurnya Hamdani Dzulkarnaen Salim menandai berakhirnya era kepemimpinan yang cukup panjang. Hamdani tercatat telah menakhodai anak usaha Astra ini sebagai orang nomor satu sejak tahun 2013 silam.
Sementara itu, Gidion Hasan telah mengemban amanah sebagai Presiden Komisaris sejak Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 11 April 2019.
Terkait langkah strategis selanjutnya, manajemen AUTO memastikan akan segera menggelar RUPS untuk mengambil keputusan resmi terkait pengunduran diri tersebut. Prosedur ini dilakukan sesuai dengan ketentuan otoritas pasar modal dalam POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Belum diketahui secara pasti alasan di balik mundurnya kedua petinggi tersebut di tengah momentum pemulihan ekonomi pasca-Lebaran.