Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:23 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus
Momentum Hari Raya Idulfitri, beserta sejumlah inisiatif pemerintah, berpotensi mendorong Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,5 persen secara tahunan. Foto: Pengunjung memadati Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (16/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Ekonom optimistis Idulfitri dan inisiatif pemerintah mendorong target pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 sebesar 5,5% (yoy).
  • Momentum konsumsi hari besar seperti Nataru dan Idulfitri biasanya menyumbang signifikan pada belanja ritel tahunan.
  • Stimulus pemerintah termasuk BHR dan bansos mendukung konsumsi sehingga pertumbuhan ekonomi kuartal I lebih inklusif.

Suara.com - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin optimistis momentum Hari Raya Idulfitri, beserta sejumlah inisiatif pemerintah, berpotensi mendorong Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah momentum peningkatan konsumsi sepanjang kuartal ini, bahkan sejak awal periode.

Pada awal tahun, misalnya, aktivitas konsumsi meningkat seiring perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selanjutnya, pada pertengahan kuartal I, kegiatan ekonomi didorong oleh momentum Imlek dan Ramadan. Memasuki Maret sebagai akhir kuartal I, konsumsi pun kembali meningkat seiring perayaan Idulfitri.

Ia menjelaskan, secara tren, momentum Nataru dan Idulfitri kerap menyumbang sekitar 30–40 persen dari total belanja ritel tahunan. Oleh karena itu, ia meyakini aktivitas konsumsi tersebut akan tercermin pada pertumbuhan ekonomi kuartal I.

"Belanja masyarakat selama Nataru dan Lebaran akan berdampak sangat tinggi bagi ekonomi kuartal I 2026, sehingga target pertumbuhan 5,5 persen akan tercapai," ujar Wijayanto, Kamis (26/3).

Lebih lanjut, ia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I akan terdistribusi secara merata, mengingat masyarakat, khususnya pemudik, cenderung membelanjakan uangnya di daerah asal. Hal ini diharapkan dapat membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I menjadi lebih inklusif.

"Lebaran selalu mempunyai dampak besar bagi geliat ekonomi, termasuk ekonomi daerah yang mendapatkan guyuran dana dari para pemudik," imbuh dia.

Kemudian, ia juga menuturkan bahwa stimulus ekonomi pemerintah juga memiliki peranan besar dalam mendongkrak konsumsi di kuartal I. Bahkan, kebijakan Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring disebutnya juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ini, meski dampaknya diproyeksi relatif terbatas.

"Nilai BHR sebesar Rp400 miliar mungkin belum signifikan jika dibandingkan dengan ukuran ekonomi Indonesia. Kendati demikian, bagi driver ojol, ini merupakan bantuan yang luar biasa bermanfaat dan pantas diapresiasi," pungkas dia.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa aktivitas mudik dan libur Lebaran diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini. Sebab, secara tren, mudik menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, serta sektor jasa transportasi.

"Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Lebih lanjut, ia mengatakan optimisme tersebut juga didukung oleh berbagai kebijakan stimulus, antara lain alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial sebesar Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjelang Idulfitri, serta diskon tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53–54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berbagai stimulus tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal

Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:54 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB