Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:34 WIB
Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%
Pesawat Garuda Indonesia dengan Livery Khusus Pikachu dan Aksen Batik/(Dok GIAA).
  • Saham GIAA resmi keluar dari papan pemantauan khusus BEI per 26 Maret 2026, menandakan perbaikan fundamental.
  • Status GIAA kini kembali normal diperdagangkan dengan mekanisme Full Call Auction dan masuk papan pengembangan.
  • Keluarnya dari pemantauan didukung ekuitas positif USD 91,9 juta pada 2025, meskipun masih mencatat kerugian bersih.

Suara.com - Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi keluar dari papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI) per 26 Maret 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat perbaikan fundamental perseroan setelah menghadapi tekanan kinerja dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan keluarnya dari pemantauan khusus, saham GIAA kini kembali diperdagangkan secara normal menggunakan mekanisme Full Call Auction (FCA) dan masuk ke papan pengembangan. Selain itu, notasi khusus 'E' yang menandakan ekuitas negatif juga resmi dihapus.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, pada perdagangan hari ini saham GIAA melesat 15,07 persen atau 11 poin ke harga Rp 84 per lembar saham.

Pada hari Rabu, 25 Maret 2026, saham GIAA juga menguat 4,29 persen menjadi Rp 73 per lembar saham.

Ilustrasi saham (Pexels)
Ilustrasi saham (Pexels)

Perubahan status ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja Garuda, sekaligus memperbaiki likuiditas saham di pasar.

Bahkan, berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.35 WIB, saham GIAA sempat melonjak 21,92 persen ke level Rp 89 per lembar dan menyentuh batas atas auto reject (ARA).

Sebelumnya, saham Garuda masuk dalam papan pemantauan khusus akibat kondisi ekuitas negatif. Namun, perbaikan signifikan mulai terlihat setelah ekuitas perseroan berbalik positif menjadi USD 91,9 juta pada 2025, dari posisi minus USD 1,35 miliar pada 2024.

Meski demikian, dari sisi kinerja, Garuda masih mencatatkan kerugian bersih sekitar US$322,4 juta pada 2025. Tekanan juga terlihat dari pendapatan yang turun sekitar 5,85 persen secara tahunan.

Kendati masih merugi, perbaikan struktur keuangan ini dinilai menjadi titik awal kebangkitan Garuda. Transformasi yang dilakukan perseroan mulai menunjukkan hasil, terutama dalam memperbaiki kesehatan neraca keuangan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:01 WIB

IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah

IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:23 WIB

Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214

Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:15 WIB

Terkini

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:01 WIB

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:23 WIB

BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:22 WIB

Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan

Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kesadaran Investasi Emas Naik, Masyarakat Manfaatkan THR untuk Aset Masa Depan

Kesadaran Investasi Emas Naik, Masyarakat Manfaatkan THR untuk Aset Masa Depan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:10 WIB

Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen, Kemenhub Janji Pertimbangkan

Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen, Kemenhub Janji Pertimbangkan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:06 WIB

Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak

Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:42 WIB

Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk

Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:06 WIB

OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027

OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:07 WIB