Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Kompor Listrik Makin Dilirik, Biaya Masak Lebih Murah dari LPG

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:58 WIB
Kompor Listrik Makin Dilirik, Biaya Masak Lebih Murah dari LPG
Memasak dengan Kompor Listrik. (Shutterstock)
  • Beberapa pengguna menyatakan biaya operasional kompor induksi lebih terjangkau dibandingkan LPG, misalnya kenaikan tagihan listrik Rp30.000 per bulan.
  • Pengusaha UMKM merasakan efisiensi biaya energi kompor listrik meningkatkan keuntungan dan stabilitas pengeluaran operasional harian.
  • Kompor listrik menawarkan panas yang stabil dan fitur pintar, namun memerlukan alat masak berbahan khusus untuk efisiensi energi.

Suara.com - Kompor listrik atau kompor induksi mulai dilirik sebagai solusi hemat di tengah lonjakan harga energi dunia. Sejumlah pengguna mengaku biaya operasionalnya jauh lebih terjangkau dibandingkan penggunaan LPG.

Salah satu pengguna kompor induksi, Andi Arif, mengungkapkan bahwa peralihan ke kompor listrik tidak membuat tagihan listrik melonjak signifikan.

"Dari sisi operasional, Andi mencatat kenaikan tagihan listriknya hanya sekitar Rp30.000 per bulan," ujarnya seperti dikutip, Jumat (27/3/2026).

Menurut Andi, investasi awal kompor listrik juga lebih ekonomis dalam jangka panjang. Pasalnya, selain harga gas yang fluktuatif, pengguna tidak lagi terbebani biaya pembelian tabung gas baru.

Kompor Listrik (https://www.electrolux.co.id)
Kompor Listrik (https://www.electrolux.co.id)

Ia menilai tambahan biaya listrik bulanan tersebut masih sangat kompetitif jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin untuk pengisian tabung gas yang terus meningkat.

Pengalaman serupa juga dirasakan pelaku UMKM katering rumahan, Siti Sarah (45). Ia mengaku penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi usahanya lebih efisien sehingga keuntungan yang diperoleh meningkat.

"Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah, sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, saya jadi lebih produktif terima banyak pesanan tiap hari," ujar Siti.

Sementara itu, pengguna lainnya, Hevy Prasmawati (31), menyoroti keunggulan kompor listrik dari sisi kualitas memasak. Ia menilai panas yang dihasilkan lebih stabil dan merata, sehingga hasil masakan lebih presisi.

Selain itu, fitur pintar pada kompor listrik seperti mode otomatis untuk berbagai metode memasak dinilai memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan keamanan di rumah.

Hevy juga menekankan pentingnya penggunaan alat masak berbahan khusus untuk induksi agar kinerja tetap optimal. Meski memiliki daya sekitar 1.300 watt, penggunaan alat yang tepat justru mempercepat proses memasak sehingga konsumsi energi tetap efisien.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, kompor listrik kini tak lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan mulai menjadi pilihan strategis untuk menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

"Kompor listrik kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan solusi nyata untuk tetap hemat di tengah tantangan energi dunia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:38 WIB

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:26 WIB

Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!

Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905

Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:11 WIB

Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 16:21 WIB

OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?

OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 16:07 WIB

Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta

Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pegadaian dan SMBC Indonesia Kembangkan Sustainable Financing Framework 2026 Berbasis ESG

Pegadaian dan SMBC Indonesia Kembangkan Sustainable Financing Framework 2026 Berbasis ESG

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 15:07 WIB

Menkeu Purbaya Batal Aktifkan BSF: Kita Enggak Krisis

Menkeu Purbaya Batal Aktifkan BSF: Kita Enggak Krisis

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:53 WIB

Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi

Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:47 WIB

Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung

Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:40 WIB

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:29 WIB

Viral Video Menkeu Bagi-bagi Dana Hibah di Tiktok, BRI Klarifikasi: HOAKS!

Viral Video Menkeu Bagi-bagi Dana Hibah di Tiktok, BRI Klarifikasi: HOAKS!

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:11 WIB