- Menteri ESDM mengakui dua kapal Pertamina terjebak di Selat Hormuz akibat situasi global tidak menentu.
- Pemerintah tengah melakukan lobi intensif kepada pemangku kebijakan terkait di Iran demi keamanan jalur kapal.
- Fokus utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap aman.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui dua kapal milik PT Pertamina (Persero) masih terjebak di Selat Hormuz.
Karena itu, ia masih melakukan upaya lobi-lobi pemangku kebijakan terkait dari Iran agar jalur kapal Pertamina bisa diamankan.
"Memang tidak, tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun ya," ujar Bahlil di Kantor Kemenko Perekomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Bahlil menjelaskan, pemerintah terus menjalin komunikasi intensif untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan di tengah situasi global yang tidak menentu.
![Ilustrasi konflik AS-Israel-Iran di selat hormuz picu kenaikan pangan internasional [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/12/96523-ilustrasi-selat-hormuz.jpg)
Konflik di Timur Tengah imbas perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, meningkatkan risiko gangguan pada jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik krusial bagi perdagangan minyak dunia.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan energi di dalam negeri.
"Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear," jelas Bahlil.
Selain itu, pemerintah juga menekankan perlunya pengelolaan energi secara bijak di tengah persaingan global yang semakin ketat.
"Sekali lagi saya menyatakan bahwa ini ikhtiar itu agar ya lebih apa ya, lebih bijaksana dalam memakai energi," pungkasnya.