Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

M Nurhadi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB
Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh
Moody's Rating
  • Moody's menurunkan *outlook* bank Himbara menjadi negatif, mengindikasikan kewaspadaan terhadap kebijakan ekonomi makro ke depan.
  • PERBANAS menegaskan fundamental perbankan nasional tetap kuat, ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit dan likuiditas solid Desember 2025.
  • Keputusan Moody's hanya menyasar proyeksi masa depan, bukan peringkat atau kondisi riil perbankan yang fundamentalnya masih sehat.

Suara.com - Keputusan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investors Service, yang menurunkan outlook bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi negatif tengah menjadi sorotan pelaku pasar.

Menanggapi hal tersebut, Chief Economist Office of Chief Economist (OCE) PERBANAS, Dzulfian Syafrian, menegaskan bahwa kondisi fundamental perbankan nasional saat ini masih berada dalam posisi yang sangat kuat dan stabil.

Dzulfian menjelaskan bahwa revisi yang dilakukan Moody’s hanya menyasar pada aspek proyeksi masa depan (outlook), bukan pada peringkat kredit (rating) maupun kondisi riil kesehatan perbankan saat ini.

Langkah Moody’s tersebut dinilai lebih sebagai sinyal kewaspadaan terhadap dinamika kebijakan ekonomi makro ke depan.

“Moody’s pada dasarnya sedang memberikan sinyal kewaspadaan terhadap potensi risiko ke depan, terutama terkait efektivitas serta tata kelola kebijakan ekonomi nasional,” ujar Dzulfian dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Dzulfian menekankan bahwa perubahan pandangan tersebut tidak didasari oleh pelemahan kinerja internal bank. Sebaliknya, data agregat hingga Desember 2025 menunjukkan performa perbankan yang sangat solid.

Kredit perbankan tercatat tumbuh di atas 9 persen secara tahunan (year-on-year), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak dua digit melampaui 13 persen.

Ketahanan modal perbankan juga berada di level yang sangat aman dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di kisaran 25 persen. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang rendah di sekitar 2 persen.

“Seluruh indikator tersebut mencerminkan bahwa fungsi intermediasi, kualitas aset, permodalan, dan likuiditas perbankan tetap terjaga dengan baik,” imbuh Dzulfian.

Senada dengan PERBANAS, Bank Indonesia (BI) turut mengonfirmasi bahwa sektor perbankan per awal 2026 masih menunjukkan ketahanan yang tinggi.

Kajian internal OCE PERBANAS menunjukkan perbankan Indonesia tetap resilien menghadapi tekanan eksternal, mulai dari konflik geopolitik di Iran hingga ketidakpastian arah kebijakan domestik.

Khusus untuk bank-bank BUMN, kinerjanya justru melampaui rata-rata industri dengan pertumbuhan kredit yang tetap berada di level dua digit. Hal ini membuktikan peran intermediasi Himbara tetap berjalan optimal meskipun kondisi global sedang bergejolak.

Secara individual, pertumbuhan dana murah (CASA) dan rasio permodalan bank-bank plat merah ini masih dalam kondisi yang sangat prima.

Menurut Dzulfian, fokus utama Moody’s sebenarnya lebih tertuju pada arah kebijakan makroekonomi nasional yang berpotensi memberikan dampak rambatan ke sektor keuangan.

Oleh karena itu, penurunan outlook ini sebaiknya dijadikan momentum bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat stabilitas ekonomi makro dan menjaga kepercayaan investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:14 WIB

Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat

Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:28 WIB

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:29 WIB

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:08 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB