Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 08:17 WIB
Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama
Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menguasai cadangan minyak Iran dan sedang mempertimbangkan untuk merebut Pulau Kharg, titik nadi ekspor minyak negara tersebut. Foto ist.
  • Trump incar Pulau Kharg Iran untuk kuasai 90% jalur ekspor minyak Negeri Para Mullah tersebut.
  • Presiden AS sebut pengkritik rencana 'rampas' minyak Iran sebagai orang bodoh.
  • Pulau Kharg adalah jantung ekonomi Iran yang memasok 4,5% kebutuhan minyak mentah dunia.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi global dengan pernyataan blak-blakannya terkait ambisi penguasaan sumber daya energi. Kali ini, Teheran berada dalam bidikan.

Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menguasai cadangan minyak Iran dan sedang mempertimbangkan untuk merebut Pulau Kharg, titik nadi ekspor minyak negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNBC, Senin (30/3/2026), Trump tak segan melabeli pihak-pihak di dalam negerinya yang mempertanyakan kebijakan agresif tersebut sebagai orang bodoh.

"Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan 'mengapa Anda melakukan itu?' Mereka orang bodoh," ujar Trump dengan nada khasnya.

Langkah ekstrem ini rupanya bukan tanpa preseden. Trump menyamakan rencana tersebut dengan ambisi AS menguasai industri minyak Venezuela, yang puncaknya terjadi saat penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Januari 2026 lalu. Bagi Trump, penguasaan fisik atas aset energi negara lawan adalah opsi nyata yang ada di atas meja.

"Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan. Itu juga berarti kita harus berada di sana (di Pulau Kharg) untuk sementara waktu," tuturnya menambahkan.

Pulau Kharg bukanlah sekadar daratan karang biasa di Teluk Persia. Wilayah seluas sepertiga Manhattan ini adalah "jantung" yang memompa ekonomi Iran. Pasalnya, sekitar 90% ekspor minyak Iran dikelola melalui terminal di pulau ini. Iran memasok sekitar 4,5% minyak global dengan produksi harian mencapai 3,3 juta barel minyak mentah dan dikenal sebagai "Pulau Terlarang", kawasan ini dijaga ketat oleh militer karena urgensi ekonominya.

Sejak era 1980-an, dokumen intelijen (CIA) sudah mengidentifikasi Pulau Kharg sebagai fasilitas paling vital bagi kesejahteraan ekonomi Iran. Tak heran jika tokoh oposisi Israel, Yair Lapid, turut memanaskan suasana dengan menyebut bahwa penghancuran atau penguasaan terminal ini akan melumpuhkan rezim Teheran secara total.

Kini, dunia internasional menunggu apakah gertakan Trump ini akan berubah menjadi operasi militer nyata yang dapat menjungkirbalikkan pasar energi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global

Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global

Video | Senin, 30 Maret 2026 | 23:15 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB