Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
Salah satu beban APBN untuk subsidi energi yaitu LPG 3 kg. [PT Pertamina Patra Niaga]
  • Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah memicu peningkatan beban subsidi energi dalam APBN Indonesia.
  • Pemerintah mengalokasikan dana subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun dalam RAPBN 2026 demi menjaga stabilitas harga BBM dan LPG.
  • Ekonom menyarankan pemerintah mengalihkan subsidi fosil ke program elektrifikasi untuk memperkuat ketahanan energi serta mencapai target swasembada nasional.

Suara.com - Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari sektor energi terus membengkak seiring lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik global.

Pemerintah pun didorong untuk mulai menggeser kebijakan subsidi energi berbasis fosil ke arah elektrifikasi.

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, menilai konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, berpotensi memperparah tekanan terhadap subsidi energi Indonesia.

"Perang di kawasan Teluk berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia. Gangguan pada jalur tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap pasokan energi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak dan gas," ujarnya seperti dikutip, Rabu (1/4/2026).

Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Lonjakan harga energi global disebut akan berdampak langsung pada kenaikan subsidi, terutama untuk BBM dan LPG yang masih bergantung pada impor. Data menunjukkan tren peningkatan signifikan subsidi energi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, subsidi energi tercatat Rp131,5 triliun, naik dari Rp95,7 triliun pada 2020. Angka ini terus meningkat menjadi Rp157,6 triliun pada 2022 dan Rp159,6 triliun pada 2023.

Pada 2024, alokasi subsidi energi bahkan mencapai Rp203,4 triliun, dengan Rp114 triliun di antaranya dialokasikan untuk subsidi BBM dan LPG 3 kilogram.

Kenaikan berlanjut pada 2025, di mana total subsidi dan kompensasi energi dalam APBN mencapai Rp394,3 triliun atau naik 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus subsidi BBM dan LPG, anggarannya meningkat menjadi Rp204,3 triliun.

"Dalam RAPBN 2026, pemerintah kembali mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun, termasuk Rp105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG," imbuh Defiyan.

Menurutnya, besarnya alokasi subsidi energi berbasis fosil tersebut perlu dievaluasi, terutama di tengah meningkatnya risiko geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan dan memicu lonjakan harga minyak.

Ia menilai pemerintah dapat mulai mengalihkan sebagian subsidi tersebut ke program elektrifikasi energi, seperti kompor listrik dan kendaraan listrik, guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Selain itu, kebijakan ini juga dinilai sejalan dengan target swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Defiyan menegaskan, perubahan pola subsidi energi penting dilakukan agar tidak hanya menjadi respons jangka pendek terhadap konflik global, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

"Selain itu, pemerintah perlu melakukan proyek percontohan di beberapa wilayah untuk mempercepat migrasi penggunaan energi dari BBM dan LPG menuju listrik. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk meningkatkan penerimaan terhadap penggunaan energi listrik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elektrifikasi Bisa Jadi Senjata RI Hadapi Ancaman Kelangkaan Energi Global

Elektrifikasi Bisa Jadi Senjata RI Hadapi Ancaman Kelangkaan Energi Global

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:18 WIB

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:38 WIB

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:26 WIB

Terkini

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB