- Menkeu Purbaya bantah isu kas APBN habis dalam 2 minggu; sebut isu berasal dari internal.
- Meski minyak dunia US$ 100/barel, defisit APBN terjaga aman di level 2,92% PDB.
- Pemerintah pastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tertawa dan menepis isu miring yang menyebut "napas" Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kian sesak. Secara tegas, Bendahara Negara ini membantah rumor yang menyebut kas negara bakal ludes dalam dua minggu ke depan akibat menahan harga BBM subsidi.
Purbaya justru mengaku heran dengan asal-muasal isu tersebut. Pasalnya, kabar burung itu justru diembuskan oleh pihak internal kementeriannya sendiri, bukan dari pengamat atau pihak luar.
"Ada orang yang bilang katanya uang saya tinggal dua minggu saja sudah habis. Bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari Kementerian Keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung," ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).
Di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia, Purbaya memastikan pemerintah telah memasang kuda-kuda. Berdasarkan hitungan Kemenkeu, meskipun harga minyak rata-rata bertengger di level US$ 100 per barel hingga akhir tahun, fiskal Indonesia diklaim masih dalam posisi aman.
Pemerintah memproyeksikan defisit anggaran tetap terjaga di bawah ketentuan undang-undang, yakni di kisaran 2,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92% dari PDB. Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata US$ 100, aman," tegasnya.
Kabar baik bagi masyarakat, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen tidak akan mengerek harga BBM bersubsidi hingga tutup tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui perhitungan matang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini meminta masyarakat tidak perlu terpancing oleh spekulasi yang memicu kekhawatiran berlebih.
"Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi. Jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung," pungkasnya.