- Ketegangan AS-Iran dan pelemahan rupiah ke Rp17.105 per dolar AS menekan pergerakan indeks.
- IHSG sempat berfluktuasi dengan sektor industri turun terdalam, sementara infrastruktur menjadi penopang.
- Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.900–7.050 di tengah ketidakpastian pasar.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum positif pada pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Setelah digempur habis-habisan oleh sentimen global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dipengaruhi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Pasar mencermati tenggat waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Ketidakjelasan potensi gencatan senjata antara kedua negara turut menjadi sentimen negatif bagi pasar.
Meski demikian, aksi bargain hunting sempat terjadi pada sejumlah saham yang dinilai telah terkoreksi cukup dalam, sehingga menahan pelemahan lebih lanjut.
![Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/98492-ihsg.jpg)
Secara sektoral, saham sektor industri mencatatkan penurunan terdalam sebesar 2,63 persen, sementara sektor infrastruktur justru menjadi penopang dengan kenaikan 0,76 persen.
Dari sisi makro, tekanan juga datang dari pelemahan rupiah yang ditutup di level Rp 17.105 per dolar AS atau melemah 0,42 persen di pasar spot. Pelemahan ini dipicu penguatan indeks dolar AS serta kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik.
Di kawasan regional, indeks saham Asia ditutup bervariasi dengan investor masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran. Sementara itu, indeks futures Wall Street bergerak melemah seiring mendekatnya tenggat waktu geopolitik tersebut.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mendekati area overbought, sementara histogram MACD masih menunjukkan tren positif. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif dalam kisaran 6.900 hingga 7.050, dengan level resistance di 7.100 dan support di 6.900.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan pembenahan infrastruktur perdagangan, termasuk evaluasi skema Full Call Auction (FCA) yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2026. Langkah ini merupakan bagian dari reformasi pasar modal untuk meningkatkan kualitas transaksi.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 25,53 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,46 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,74 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 261 saham bergerak naik, sedangkan 431 saham mengalami penurunan, dan 266 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, PMJS, KUAS< ESIP, IFSH, MEGA, GSMF, RAAM, URBN.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, CHEM, KKGI, NSSS, TIRT, INTA, TAMA, CANI, INPS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.