Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 12:05 WIB
Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM
Ilustrasi antrian SPBU. (Suara.com/Tsabita Aulia)
  • Ketidakpastian geopolitik global memicu gangguan distribusi energi yang menyebabkan kenaikan harga serta kelangkaan BBM di Asia Tenggara.
  • Kondisi tersebut mendorong masyarakat Indonesia mencari alternatif transportasi guna menjaga efisiensi mobilitas dari ketergantungan bahan bakar fosil.
  • NUV menyediakan solusi berupa kendaraan listrik sebagai upaya menjaga kemandirian mobilitas warga dari fluktuasi harga energi global.

Suara.com - Eskalasi ketidakpastian geopolitik global yang terjadi belakangan ini mulai memberikan tekanan nyata pada sektor energi di berbagai belahan dunia.

Gangguan pada jalur distribusi energi internasional tidak hanya memicu fluktuasi harga minyak mentah, tetapi juga memunculkan ancaman serius terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi ini mulai berdampak pada aktivitas domestik di Indonesia, terutama melalui peningkatan biaya transportasi dan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas pasokan energi jangka panjang.

Ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil dinilai menjadi titik lemah yang membuat mobilitas publik rentan terhadap gejolak politik luar negeri.

Situasi di kawasan perairan strategis dan konflik antarnegara telah mengganggu kelancaran pasokan energi dunia. Di beberapa negara tetangga, antrean di SPBU dan pembatasan pembelian BBM mulai menjadi pemandangan yang diwaspadai akan merembet ke pasar domestik.

Hal ini memaksa masyarakat untuk mulai mencari alternatif transportasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan bensin atau solar.

Di tengah situasi tersebut, penggunaan kendaraan listrik mulai dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga kemandirian mobilitas.

Ilustrasi kendaraan listrik NUV [NUV]
Ilustrasi kendaraan listrik NUV [NUV]

Salah satu pemasok baru di industri ini, NUV, yang beroperasi di bawah PT Pangeran Maju Bahagia sejak 2025, mencoba menyediakan opsi kendaraan listrik bagi masyarakat urban yang ingin menekan biaya operasional harian.

General Manager NUV, Handy Lie, menjelaskan bahwa perubahan situasi dunia saat ini secara tidak langsung mengubah persepsi publik terhadap pentingnya efisiensi transportasi.

Menurutnya, ketika distribusi bahan bakar terganggu dan harga melambung akibat faktor eksternal, masyarakat membutuhkan moda transportasi yang lebih stabil secara biaya.

“Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, masyarakat memerlukan solusi mobilitas yang lebih mandiri. Kendaraan listrik hadir sebagai opsi untuk menjaga aktivitas tetap berjalan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fluktuasi harga atau ketersediaan bahan bakar fosil,” ungkap Handy Lie dalam keterangan resminya.

Sepeda listrik dinilai lebih relevan saat ini karena biaya perawatannya yang relatif rendah dan kepraktisan dalam penggunaan harian, baik untuk perjalanan kantor, urusan bisnis, maupun keperluan keluarga.

Pengguna dapat mengisi daya di rumah, sehingga risiko antrean panjang di SPBU tidak lagi menjadi kendala utama dalam bermobilitas.

Akses dan Ketersediaan Produk

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, NUV aktif melakukan sosialisasi melalui kanal digital di akun Instagram @nuv.official.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:29 WIB

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:25 WIB

Sebut APBN Masih Kuat, Purbaya Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Sebut APBN Masih Kuat, Purbaya Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Video | Rabu, 08 April 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:14 WIB

BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:09 WIB

Lawan Serbuan Impor, Latinusa (NIKL) Genjot Efisiensi dan Daya Saing di 2026

Lawan Serbuan Impor, Latinusa (NIKL) Genjot Efisiensi dan Daya Saing di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:08 WIB

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:00 WIB

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:54 WIB

Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH

Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:34 WIB

IIGCE 2026 Segera Digelar, Fokus ke Percepatan Panas Bumi di Indonesia

IIGCE 2026 Segera Digelar, Fokus ke Percepatan Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:32 WIB

Jangan Lewatkan Promo BRImo Tiket Pestapora 2026, Harga Dijamin Lebih Hemat

Jangan Lewatkan Promo BRImo Tiket Pestapora 2026, Harga Dijamin Lebih Hemat

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:41 WIB

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:25 WIB

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB