Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 13:23 WIB
Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru
Menhub Dudy Purwagandhi saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Kemenhub siapkan water taxi Bandara-Canggu guna pangkas waktu tempuh dari 2 jam jadi 30 menit.
  • Pemerintah tawarkan swasta bangun pelabuhan di Amed dan Gunaksa untuk pecah arus logistik Bali.
  • DPR dan Gubernur Bali sepakat pindahkan beban truk dari darat ke laut demi urai macet Gilimanuk.

Suara.com - Kemacetan kronis di Pulau Dewata, Bali, mulai mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Guna mengurai benang kusut kepadatan lalu lintas, khususnya yang dipicu oleh arus kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan strategi "jalur biru" alias optimalisasi transportasi laut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa salah satu solusi jitu yang tengah digodok adalah pengembangan taksi air (water taxi). Moda ini diharapkan menjadi alternatif transportasi yang mengintegrasikan jalur darat, laut, dan udara secara efisien.

"Water taxi merupakan salah satu solusi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, khususnya di Kabupaten Badung. Ini akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata seperti Canggu," ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Rabu (8/4/2026).

Langkah ini diprediksi akan menjadi game changer bagi wisatawan. Jika biasanya perjalanan dari bandara menuju Canggu memakan waktu 1 hingga 2 jam akibat macet, melalui taksi air, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi hanya 30 menit.

Tak hanya soal angkutan orang, pemerintah juga fokus membenahi distribusi logistik yang selama ini bertumpu pada lintasan Ketapang-Gilimanuk. Menhub menawarkan pihak swasta untuk terlibat dalam pengembangan pelabuhan di sejumlah titik strategis seperti Amed, Sangsit, dan Gunaksa untuk melayani kapal Ferry Ro-Ro.

"Untuk Celukan Bawang akan dikembangkan oleh Pelindo. Sementara titik lain seperti Amed dan Gunaksa kami tawarkan kepada swasta," tambah Dudy.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, mendukung penuh langkah tersebut. Menurutnya, biang kerok kemacetan di Bali selatan adalah tumpukan truk logistik yang masuk dari Jawa melalui Gilimanuk lalu menyisir jalur darat Bali.

"Kami ingin kendaraan logistik dari Ketapang tidak lagi turun semua di Gilimanuk. Kalau mau ke Utara bisa ke Celukan Bawang atau Sangsit, ke Timur ke Amed, dan ke Selatan ke Gunaksa. Jadi tidak semua lewat darat," tegas Koster.

Kondisi di lapangan memang sudah mengkhawatirkan. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyebut Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk kini sudah dalam status over capacity.

"Kapasitas daya tampungnya terbatas. Mau dikerahkan personel sebanyak apa pun, kalau volumenya berlebih tetap akan macet. Pengalihan jalur logistik ini harus dipertimbangkan serius seperti yang dilakukan di Merak-Bakauheni," kata Lasarus.

Dengan pengalihan arus logistik ke jalur laut dan kehadiran taksi air, pemerintah optimistis beban jalan raya di Bali akan berkurang drastis, sekaligus mengembalikan kenyamanan bagi para pelancong di destinasi wisata dunia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringkat Terbaru Bali United Usai Bantai PSBS Biak 6-1

Peringkat Terbaru Bali United Usai Bantai PSBS Biak 6-1

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 11:10 WIB

Bali Tegaskan Diri sebagai Pusat Kreativitas, adidas Originals Hadirkan Gerai Bernuansa Budaya Lokal

Bali Tegaskan Diri sebagai Pusat Kreativitas, adidas Originals Hadirkan Gerai Bernuansa Budaya Lokal

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 09:45 WIB

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Bola | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Terkini

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:47 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:31 WIB

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:29 WIB

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:25 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:41 WIB

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:06 WIB

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:01 WIB

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:51 WIB

Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP

Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:36 WIB