Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA

M Nurhadi, Lilis Varwati

Senin, 25 Mei 2026 | 12:05 WIB
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA
ilustrasi tambang batu bara
baca 10 detik
  • Prof. Didik J. Rachbini memperingatkan pemerintah agar tidak gegabah dalam merancang regulasi baru terkait monopoli ekspor komoditas SDA.
  • Kebijakan yang tidak matang berpotensi memicu praktik korupsi dan perburuan rente di tengah kondisi ekonomi domestik yang sedang tertekan.
  • Pemerintah didesak mengoptimalkan regulasi tersebut untuk mendukung hilirisasi industri nasional guna meningkatkan nilai tambah produk ekspor ke pasar global.

Suara.com - Kebijakan strategis pemerintah yang berencana menerapkan regulasi baru terkait pembatasan pasar berupa monopoli atau monopsoni ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) memantik sorotan tajam. Catatan kritis tersebut datang dari ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini.

Pakar ekonomi yang juga merupakan pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini melayangkan peringatan keras kepada pihak otoritas agar tidak gegabah dalam merancang formula regulasi tersebut.

Untuk diketahui, belum lama ini, pemerintah meresmikan Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai jalur satu pintu ekspor sejumlah komoditas.

Menurutnya, apabila draf kebijakan dirancang secara emosional tanpa didasari oleh kesiapan tata kelola lembaga yang matang, aturan yang semula mengusung visi mulia tersebut justru berpotensi besar melahirkan praktik perburuan rente (rent-seeking) dan menjadi lapak korupsi baru.

Prof. Didik memaparkan bahwa langkah penataan regulasi ini hadir di tengah kondisi makroekonomi domestik yang sebenarnya sedang mengalami tekanan struktural yang cukup berat.

Ia menggarisbawahi adanya penurunan produktivitas pada sektor manufaktur serta merosotnya tingkat konsumsi masyarakat yang terakumulasi selama satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tetapi sedihnya, selama satu dekade terakhir ini selama pemerintahan Jokowi telah terjadi deindustrialisasi yang parah ditambah masalah kelas menengah yang turun drastis," papar Didik dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Melihat potret perlambatan laju industri dan menyusutnya populasi kelas menengah tersebut, Didik menilai target optimalisasi pendapatan negara melalui sektor ekspor dipastikan bakal terhambat.

Atas dasar itu, ia mewanti-wanti agar struktur kelembagaan yang bertugas mengeksekusi aturan ekspor SDA baru ini benar-benar diawasi secara ketat dan cermat di level operasional bawah.

baca juga

"Kalau membuat kebijakan dan aturan dilakukan dengan emosi, maka hasilnya buruk. Jika aturan dirancang dengan buruk, maka niat baik dari peran negara yang lebih besar justru akan menjadi sumber rente baru," tegas Didik.

Guna mengantisipasi dampak negatif tersebut, Didik mendesak pemerintah untuk segera merombak esensi dan arah substansi dari kebijakan monolitik tersebut.

Penguasaan alur perdagangan internasional oleh entitas negara tidak boleh disalahgunakan hanya sebatas instrumen bagi birokrasi untuk mengambil alih kendali pasar dari sektor swasta. Sebaliknya, kebijakan tersebut harus dikembalikan pada fungsi aslinya sebagai penggerak roda reindustrialisasi nasional.

Pemerintah dituntut mampu memanfaatkan otoritas kendali ekspor ini untuk merestrukturisasi skema insentif ekonomi di dalam negeri.

Dengan demikian, regulasi tersebut dapat menekan seluruh pelaku industri untuk berkomitmen penuh pada program hilirisasi, sehingga seluruh komoditas mentah dapat diolah menjadi produk akhir yang memiliki nilai tambah (value-added) tinggi sebelum dikirim ke pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir

Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 11:58 WIB

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:13 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Purbaya Akui Aturan DHE SDA Molor karena Banyak Pengusaha Lobi Istana

Purbaya Akui Aturan DHE SDA Molor karena Banyak Pengusaha Lobi Istana

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:37 WIB

Batas 8 Persen: Menyelamatkan Ojol atau Mengunci Jebakan Informalitas?

Batas 8 Persen: Menyelamatkan Ojol atau Mengunci Jebakan Informalitas?

Your Say | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:35 WIB

Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 09:43 WIB

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:40 WIB

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:34 WIB

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

×