Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB
Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini
Bank Dunia atau World Bank resmi merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Foto Alvian-Suara.com
  • World Bank pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 jadi 4,7% akibat harga minyak dan sentimen risk-off.
  • Revisi ini turun dari proyeksi Oktober 2025 yang sebelumnya berada di angka 4,8%.
  • Ekspor komoditas dan investasi pemerintah jadi bantalan peredam guncangan ekonomi global.

Suara.com - Mimpi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% tampaknya akan menemui batu kerikil.

Pasalnya, Bank Dunia atau World Bank resmi merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Dalam laporan terbaru bertajuk East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan melambat ke level 4,7%.

Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Bank Dunia pada Oktober 2025 yang sebelumnya mematok angka 4,8%. Penurunan ini dipicu oleh dinamika global yang kian menantang bagi pasar negara berkembang.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7%, seiring tekanan dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya sentimen kehati-hatian investor (risk-off)," tulis World Bank dalam laporannya, dikutip Kamis (9/4/2026).

Laporan tersebut menggarisbawahi dua faktor utama yang menjadi "rem" bagi ekspansi ekonomi domestik. Pertama, kenaikan biaya energi dunia menambah beban fiskal dan menekan daya beli.

Kedua, investor di pasar keuangan internasional cenderung lebih berhati-hati, yang memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang ke aset yang lebih aman (safe haven).

Kendati dibayangi awan mendung, World Bank menilai Indonesia masih memiliki napas lega. Status Indonesia sebagai eksportir komoditas utama menjadi bantalan (buffer) yang kuat untuk meredam guncangan.

Pendapatan dari ekspor komoditas dinilai mampu menutup kenaikan biaya energi akibat melambungnya harga minyak. Tak hanya Indonesia, Malaysia juga diprediksi akan mendapatkan manfaat serupa dari windfall ekspor ini.

"Pendapatan dari ekspor komoditas serta berbagai inisiatif investasi yang dipimpin oleh pemerintah diperkirakan akan sebagian meredam dampak negatif tersebut," lanjut laporan tersebut.

Dengan sokongan investasi pemerintah yang tetap masif, tekanan terhadap perekonomian domestik diperkirakan tidak akan sepenuhnya melumpuhkan target pertumbuhan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:40 WIB

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Video | Kamis, 09 April 2026 | 12:00 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:56 WIB

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:09 WIB

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:57 WIB

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:27 WIB

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:08 WIB

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:52 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB