Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB
Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
  • Rupiah turun 0,46 persen akibat kenaikan harga minyak dan ketidakpastian gencatan senjata di Timur Tengah.
  • Pasar masih ragu terhadap stabilitas kawasan, sehingga mendorong investor lebih berhati-hati dan menekan mata uang emerging market.
  • Mayoritas mata uang Asia ikut melemah terhadap dolar AS, dengan peso Filipina mencatat penurunan terdalam, sementara baht Thailand menjadi satu-satunya yang menguat.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih meloyo hingga akhir perdagangan Kamis, 9 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup  ke level Rp 17.090 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan level itu, rupiah melemah 0,46 persen dibanding penutupan pada Rabu (8/4/2026) yang berada di level Rp 17.012 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 17.082 per dolar AS.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak yang masih terjadi.

"Rupiah ditutup melemah cukup besar di tengah sentimen pasar yang berbalik memburuk dan naiknya harga minyak mentah dunia oleh ketidakpastian gencatan senjata dan pembukaaan selat Hormuz," katanya saat dihubungi Suara.com.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

Lukman menjelaskan, posisi rupiah masih akan didikte oleh perkembangan di Timur Tengah. Apalagi, pasar umumnya masih meragukan bahwa gencatan senjata dapat dipertahankan mengingat Israel masih terus mengebom Lebanon. 

"Sentimen diperkirakan masih akan risk off dan menekan rupiah, walau BI diperkirakan akan kembali mengintervensi, namun mungkin akan terbatas, mengingat cadangan devisa yang terus turun mencapai level terendah sejak Juli 2024," jelasnya. 

Sementara itu, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS sore ini. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,54 persen disusul rupiah yang melemah 0,46 persen. 

Lalu, yen Jepang melemah 0,30 persen, rupee India melemah 0,27 persen, ringgit Malaysia melemah 0,26 persen, won Korea melemah 0,25 persen.

Disusul, dolar Taiwan melemah 0,15 persen, yuan China melemah 0,13 persen.Lalu, dolar Singapura melemah 0,11 persen dan dolar Hong Kong yang melemah 0,02 persen.

Sedangkan, baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS sore ini dengan penguatan 0,03 persen.

Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 99,03, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,13.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB