Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB
Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
baca 10 detik
  • Rupiah turun 0,46 persen akibat kenaikan harga minyak dan ketidakpastian gencatan senjata di Timur Tengah.
  • Pasar masih ragu terhadap stabilitas kawasan, sehingga mendorong investor lebih berhati-hati dan menekan mata uang emerging market.
  • Mayoritas mata uang Asia ikut melemah terhadap dolar AS, dengan peso Filipina mencatat penurunan terdalam, sementara baht Thailand menjadi satu-satunya yang menguat.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih meloyo hingga akhir perdagangan Kamis, 9 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup  ke level Rp 17.090 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan level itu, rupiah melemah 0,46 persen dibanding penutupan pada Rabu (8/4/2026) yang berada di level Rp 17.012 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 17.082 per dolar AS.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak yang masih terjadi.

"Rupiah ditutup melemah cukup besar di tengah sentimen pasar yang berbalik memburuk dan naiknya harga minyak mentah dunia oleh ketidakpastian gencatan senjata dan pembukaaan selat Hormuz," katanya saat dihubungi Suara.com.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

Lukman menjelaskan, posisi rupiah masih akan didikte oleh perkembangan di Timur Tengah. Apalagi, pasar umumnya masih meragukan bahwa gencatan senjata dapat dipertahankan mengingat Israel masih terus mengebom Lebanon. 

"Sentimen diperkirakan masih akan risk off dan menekan rupiah, walau BI diperkirakan akan kembali mengintervensi, namun mungkin akan terbatas, mengingat cadangan devisa yang terus turun mencapai level terendah sejak Juli 2024," jelasnya. 

Sementara itu, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS sore ini. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,54 persen disusul rupiah yang melemah 0,46 persen. 

Lalu, yen Jepang melemah 0,30 persen, rupee India melemah 0,27 persen, ringgit Malaysia melemah 0,26 persen, won Korea melemah 0,25 persen.

baca juga

Disusul, dolar Taiwan melemah 0,15 persen, yuan China melemah 0,13 persen.Lalu, dolar Singapura melemah 0,11 persen dan dolar Hong Kong yang melemah 0,02 persen.

Sedangkan, baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS sore ini dengan penguatan 0,03 persen.

Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 99,03, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,13.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×