Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB
Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai penutupan wilayah udara China bisa berdampak pada pariwisata. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Penutupan wilayah udara China berpotensi mengurangi arus wisata global, sehingga pemerintah berupaya menjaga masyarakat tetap bepergian.
  • Menhub menegaskan setiap negara memiliki kondisi berbeda, sehingga Indonesia tetap menghormati langkah yang diambil China.
  • Penutupan 40 hari tanpa penjelasan memicu spekulasi sebagai sinyal latihan militer besar, yang juga berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengungkapkan dampak penutupan sebagian wilayah udara China selama 40 hari. Salah satunya dampaknya pada sektor pariwisata.

"Jadi kita menjaga sedemikian rupa supaya masyarakat Indonesia masih berpergian karena kita juga mengantipasi kalau terjadinya pengurangan arus wisata dari mana-mana," ujarnya saat ditemui di Habitate, Jakarta seperti yang dikutip Jumat (10/4/2026).

Namun, demikian, Menhub tetap menghormati kebijakan yang dikeluarkan oleh negeri tirai bambu tersebut. Pasalnya, ia menilai setiap kondisi negara berbeda-beda.

"Kondisi masing-masing negara itu kan berbeda. Kemarin (saat Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Negara) disampaikan bahwa kondisi kita kan lebih baik dari negara-negara lain," bebernya.

Pesawat berbadan lebar yang melayani penerbangan internasional milik maskapai Air China. [Dok.Antara]
Pesawat berbadan lebar yang melayani penerbangan internasional milik maskapai Air China. [Dok.Antara]

Untuk diketahui, Pemerintah China secara tiba-tiba menutup sebagian wilayah udara di lepas pantai Shanghai selama 40 hari tanpa memberikan penjelasan resmi. Langkah ini memicu spekulasi luas terkait potensi aktivitas militer berskala besar.

Dikutip dari The Washington Post, zona larangan terbang tersebut diumumkan melalui pemberitahuan penerbangan atau notice to airmen (NOTAM), yang biasanya digunakan untuk mendahului latihan militer atau uji coba rudal oleh China.

Zona pembatasan ini berlaku mulai 27 Maret hingga 6 Mei 2026 dan mencakup area sekitar 340 mil yang terbagi dalam lima wilayah berbeda. Namun, tidak ada alasan resmi yang disampaikan terkait penutupan wilayah udara dalam durasi yang tidak biasa tersebut.

Sejumlah analis militer menilai langkah ini merupakan indikasi kuat bahwa China tengah bersiap menggelar latihan militer besar. Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait aktivitas tersebut.

Mantan Kapten Angkatan Laut AS, Jim Fanell, mengatakan zona penutupan ini kemungkinan berkaitan dengan latihan militer seperti Justice Mission Exercises yang sebelumnya melibatkan manuver besar angkatan laut dan udara di sekitar Taiwan.

"Kemungkinan besar terkait dengan latihan yang akan datang seperti Latihan Misi Keadilan sebelumnya", ujarnya.

Sementara itu, pakar China dari International Assessment and Strategy Center, Rick Fisher, menilai durasi 40 hari memberi peluang bagi militer China untuk melatih operasi berkelanjutan dengan intensitas tinggi.

Ia juga menyebut lokasi zona pembatasan dapat digunakan untuk menghambat pergerakan pasukan AS dari Korea Selatan menuju kawasan operasi di sekitar Taiwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat

Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 11:08 WIB

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:23 WIB

Terkini

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:00 WIB

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:39 WIB

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:18 WIB

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:03 WIB