Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

M Nurhadi | Suara.com

Sabtu, 11 April 2026 | 11:55 WIB
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Wihadi Wiyanto. (Youtube DPR RI)
  • Wakil Ketua Banggar DPR Wihadi Wiyanto menolak usulan Jusuf Kalla mengenai kenaikan harga BBM pada 10 April 2026.
  • Wihadi menyatakan APBN Indonesia saat ini sangat kokoh dan sehat untuk mempertahankan subsidi energi bagi masyarakat.
  • Pemerintah memilih menahan harga BBM demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi dari efek inflasi global.

Suara.com - Usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla atau JK agar pemerintah menaikkan harga BBM, ditolak mentah-mentah oleh Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Wihadi Wiyanto.

Politikus asal Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, usulan JK tersebut tidak relevan dengan kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini yang justru sedang dalam tren positif.

Menurut Wihadi, pondasi anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN saat ini masih sangat kokoh untuk menopang subsidi energi, meskipun terjadi gejolak harga minyak di pasar global.

Ia menekankan, fungsi utama APBN bukan sekadar hitung-hitungan angka masuk dan keluar, melainkan sebagai tameng pelindung bagi masyarakat kecil dari guncangan ekonomi eksternal.

"Fundamental ekonomi kita tetap terjaga, dengan inflasi yang terkendali di level 3,48 persen pada Maret 2026, pertumbuhan ekonomi Q4 2025 mencapai 5,39 persen, serta PMI manufaktur yang berada di zona ekspansif," kata Wihadi, Sabtu (10/4/2026).

Dengan konfigurasi ekonomi seperti itu, kata Wiyadi, APBN sangat mampu bekerja sebagai shock absorber untuk menahan tekanan global, khususnya dari sektor energi, agar tidak langsung membebani masyarakat.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla resmi melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Istimewa]
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Rabu (8/4/2026). [Istimewa]

APBN Sehat, Tidak Ada Alasan BBM Naik

Wihadi membedah postur fiskal nasional untuk mematahkan argumen bahwa subsidi BBM akan membuat negara bangkrut, atau utang menumpuk.

Ia menjelaskan, per Maret 2026, pendapatan negara menunjukkan performa yang impresif, yakni mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara year-on-year (yoy).

Dengan ruang fiskal yang tersedia, pemerintah memiliki fleksibilitas tinggi untuk melakukan penyesuaian anggaran melalui mekanisme refocusing.

Hal ini dilakukan dengan mengalihkan belanja non-prioritas, demi memperkuat subsidi energi. Strategi ini dianggap jauh lebih bijak daripada membebankan kenaikan harga langsung kepada konsumen.

"Kondisi APBN kita sehat, tercermin dari kinerja pendapatan negara hingga Maret 2026 yang mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen yoy. Dengan kinerja tersebut, APBN memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian anggaran prioritas melalui refocusing, sehingga defisit tetap terjaga di bawah 3 persen meskipun menghadapi tekanan global," ujar Wihadi.

Ancaman Efek Domino bagi Masyarakat Urban

Bagi masyarakat, kata Wihadi, kenaikan harga BBM bukan sekadar angka di SPBU, melainkan ancaman terhadap biaya hidup secara keseluruhan.

Wihadi memperingatkan, jika usulan JK dituruti, maka akan terjadi efek domino yang melumpuhkan daya beli.

Inflasi akan meroket, harga kebutuhan pokok melambung, dan biaya modal (cost of fund) akan meningkat, yang pada akhirnya memicu perlambatan ekonomi.

"Kenaikan harga energi akan menyebabkan inflasi, yang menyebabkan pelemahan daya beli dan peningkatan cost of fund. Efek berantai ini dapat mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi kita yang saat ini tengah berada pada momentum yang baik," tegasnya.

Kebijakan menahan harga BBM di tengah tekanan global, justru dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan yang sudah dibangun oleh pemerintahan saat ini. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir dalam menjaga isi dompet rakyat.

"Langkah yang diambil pemerintah bukan semata-mata tentang mencegah kenaikan harga BBM. Ini merupakan bukti hadirnya negara dalam melindungi daya beli dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dari dampak krisis global melalui instrumen APBN," tambah Wihadi.

Sindiran Tajam untuk Jusuf Kalla

Tidak hanya bicara soal data, Wihadi juga memberikan teguran keras secara politik kepada Jusuf Kalla.

Ia meminta JK untuk lebih objektif melihat data, sebelum memberikan pernyataan yang berpotensi memicu keresahan publik atau mendorong pemerintah ke situasi yang lebih sulit.

Wihadi bahkan mempertanyakan motif di balik kegigihan JK mengusulkan kenaikan harga BBM. Ia menilai pernyataan JK seolah-olah ingin memojokkan pemerintah dalam menangani krisis.

"APBN masih berjalan dengan baik, dan kita justru dengan tidak menaikkan itu adalah menjaga daya beli dan juga dengan adanya daya beli yang masih berjalan baik maka penerimaan negara juga masih bisa berjalan dengan baik," tuturnya.

Menutup pernyataannya, legislator Gerindra ini mengajak semua pihak, termasuk tokoh senior seperti JK, untuk mengapresiasi keberanian kepemimpinan Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas harga energi bagi rakyat Indonesia.

"Pernyataan Pak JK itu tendensinya justru mengarah kepada pemerintah nanti masuk dalam situasi yang mungkin justru lebih berat dalam menangani krisis. APBN sudah baik saat ini, bila harga BMM dinaikkan, daya beli masyarakat justru turun, artinya penerimaan negara berkurang," jelas Wihadi.

Wihadi menegaskan kembali posisi Banggar DPR yang akan terus mendukung kebijakan pro-rakyat.

"Kita harus mengapresiasi Pak Prabowo. Karena dengan tidak menaikkan harga BBM dalam situasi sekarang justru akan memberikan efek yang baik terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!

Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB

Tolak Usul JK Naikkan BBM, Gibran: Perintah Presiden Jelas, Harga Harus Tetap Terjangkau!

Tolak Usul JK Naikkan BBM, Gibran: Perintah Presiden Jelas, Harga Harus Tetap Terjangkau!

News | Kamis, 09 April 2026 | 17:32 WIB

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:06 WIB

Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!

Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:51 WIB

Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik

Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik

Video | Kamis, 09 April 2026 | 10:02 WIB

Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi

Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB

Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri: Bagi Saya Ini Penghinaan!

Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri: Bagi Saya Ini Penghinaan!

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB