Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memimpin perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). Iran akan membuka Selat Hormuz jika asetnya di Qatar dikembalikan. [X/IRIB News]
  • Amerika Serikat menyetujui pencairan dana Iran senilai 6 miliar dolar AS yang sempat dibekukan di bank Qatar.
  • Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya diplomasi untuk menjamin keamanan navigasi serta kelancaran lalu lintas Selat Hormuz.
  • Kesepakatan tersebut muncul menjelang negosiasi kedua negara di Islamabad guna meredakan ketegangan politik yang sedang berlangsung saat ini.

Suara.com - Amerika Serikat dikabarkan telah menyetujui pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan di Qatar dan sejumlah bank asing lainnya. Langkah ini disebut berkaitan erat dengan upaya negosiasi untuk menjamin kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz.

Seorang sumber yang merupakan pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters--yang dikutip pada Sabtu (11/4/2026), AS disebut mulai menunjukkan itikad baik menjelang negosiasi di Islamabad, Pakistan dengan menyetujui pelepasan dana Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.

Keputusan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meredakan ketegangan, terutama guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz—jalur perdagangan vital yang menjadi poin krusial dalam diskusi diplomatik kedua negara.

Sumber tersebut tidak menyebutkan nilai aset Iran yang disetujui AS untuk dicairkan. Namun sumber Reuters lainnya menyebut bahwa Amerika Serikat telah sepakat untuk melepas dana Iran yang dibekukan sebesar USD 6 miliar yang tersimpan di Qatar.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari AS terkait pencairan aset tersebut, dan Kementerian Luar Luar Negeri Qatar juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

Adapun dana 6 miliar dolar AS tersebut dibekukan pada 2018, dan harusnya dicairkan pada 2023 sebagai bagian dari dari pertukaran tahanan AS-Iran. Namun, dana itu kembali dibekukan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden menyusul serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel oleh sekutu Iran, kelompok militan Palestina, Hamas.

Seorang pejabat AS menyatakan meski telah disepakati dicairkan, Iran tidak akan bisa mengaksesnya dalam waktu dekat ini. Ditegaskannya, Washington memiliki hak penuh untuk membekukan akun tersebut secara total.

Dana tersebut merupakan hasil penjualan minyak Iran ke Korea Selatan dan sempat tertahan di bank-bank Korea Selatan setelah Presiden Donald Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018—pada masa jabatan pertamanya di Gedung Putih—dan membatalkan kesepakatan nuklir antara kekuatan dunia dengan Teheran.

Di bawah kesepakatan pertukaran tahanan September 2023 yang dimediasi oleh Doha, uang tersebut dipindahkan ke rekening bank di Qatar. Pertukaran ini melibatkan pembebasan lima warga negara AS yang ditahan di Iran, ditukar dengan pencairan dana tersebut serta pembebasan lima warga Iran yang ditahan di Amerika Serikat.

Pejabat AS kala itu menekankan bahwa penggunaan uang tersebut sangat dibatasi hanya untuk keperluan kemanusiaan, yang akan disalurkan melalui vendor yang telah disetujui untuk pengiriman makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan produk pertanian ke Iran di bawah pengawasan Departemen Keuangan AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global

Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:14 WIB

Alasan Mengapa Iran Bisa Mengendalikan Selat Hormuz

Alasan Mengapa Iran Bisa Mengendalikan Selat Hormuz

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 11:12 WIB

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

News | Sabtu, 11 April 2026 | 09:49 WIB

Trump Minta Bagian Tarif Kapal di Selat Hormuz, Picu Sorotan Global!

Trump Minta Bagian Tarif Kapal di Selat Hormuz, Picu Sorotan Global!

Video | Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB