Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 10:29 WIB
Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya
Warga berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Program Belanja Nasional mencatat Rp184,02 triliun, lebih tinggi dari target Rp172,38 triliun.
  • Friday Mubarak (Rp129,12 triliun) dan BINA Lebaran (Rp54,9 triliun) sukses menjaga momentum konsumsi masyarakat.
  • Kunjungan ke pusat perbelanjaan naik 12 persen, dengan konsumsi didominasi sektor makanan, minuman, dan hiburan.

Suara.com - Pemerintah mengungkapkan daya beli masyarakat Indonesia terbukti masih terjaga kuat di tengah pola konsumsi awal tahun. Hal ini tercermin dari capaian Program Belanja Nasional kuartal I-2026 yang berhasil melampaui target pemerintah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, realisasi program tersebut mencapai Rp 184,02 triliun, lebih tinggi dari target awal sebesar Rp 172,38 triliun.

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menciptakan stimulus yang efektif bagi konsumsi masyarakat, khususnya dalam menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri," ujar Mendag dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Capaian ini diklaim Mendag menjadi sinyal kuat bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional. Program belanja seperti Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 dinilai berhasil menjaga momentum konsumsi di tengah tantangan ekonomi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui harga Minyakita dan telur masih tinggi memasuki Ramadan 2026. [Antara]
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkaokan daya beli masyarakat masih kuat [Antara]

Program Friday Mubarak yang digelar oleh APRINDO mencatatkan transaksi sebesar Rp 129,12 triliun atau 8,5 persen di atas target. Sementara itu, program BINA Lebaran 2026 yang diinisiasi HIPPINDO menyumbang transaksi Rp 54,9 triliun atau 2,8 persen melampaui target.

Tidak hanya dari sisi transaksi, peningkatan daya beli masyarakat juga tercermin dari lonjakan aktivitas di pusat perbelanjaan. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama Ramadan dan Idulfitri 2026 meningkat hingga 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Konsumsi terpantau didominasi kategori makanan dan minuman, serta sektor hiburan," jelas Mendag.

Pemerintah menilai, keberhasilan ini menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026. Program belanja nasional pun akan terus dilanjutkan melalui berbagai agenda sepanjang tahun.

"Capaian pada Kuartal 1 menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan daya beli domestik sepanjang tahun 2026," pungkas Mendag.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:33 WIB

Jelang Lebaran, Mendag Budi Santoso Pasang 'Mata' di 550 Pasar Pantau Harga Bapok

Jelang Lebaran, Mendag Budi Santoso Pasang 'Mata' di 550 Pasar Pantau Harga Bapok

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 15:01 WIB

Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari

Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB